Tegas! Prabowo Siap Angkat Kaki dari BoP jika Tak Untungkan Palestina dan Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto tak segan angkat kaki dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump jika hasil-hasil keputusannya tidak sejalan dengan kepentingan Palestina dan Indonesia. Bahkan menurutnya, Indonesia bisa saja keluar dari dewan tersebut tanpa perlu merundingkannya terlebih dulu dengan anggota mayoritas Muslim dalam Group of Eight seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir,
“Selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar," ujar Prabowo dalam diskusi bersama sejumlah pakar dan jurnalis senior di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dikutip Jumat (20/3/2026).
Prabowo menjelaskan Indonesia BoP setelah melalui pertimbangan matang, dengan tujuan mendukung kemerdekaan penuh Palestina.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menjelaskan awal keterlibatan Indonesia dalam pembentukan BoP bermula saat dirinya menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB pada 23 September 2025. Kala itu, dia menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Prabowo Tegaskan Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Bentuk Terorisme: Usut sampai Dalangnya!
Beberapa jam kemudian, lanjutnya, dia bersama tujuh pemimpin negara diundang oleh Trump dalam sebuah pertemuan.
Dalam pertemuan tersebut, Trump disebut meminta negara-negara itu untuk mendukung 21-point plan, yakni proposal untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan di Gaza. Menurut Prabowo, rincian poin-poin tersebut dibacakan satu per satu oleh Utusan Khusus AS Steve Witkoff.
Jelang Lebaran, Prabowo Panggil Purbaya hingga Rosan ke Istana