Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hakim Pertanyakan Asal-Usul Gaji Eks Anak Buah Nadiem yang Tembus Rp163 Juta per Bulan
Advertisement . Scroll to see content

Ternyata 500.000 Orang Bergaji di Atas UMK Tercatat Penerima Bansos

Jumat, 15 September 2023 - 06:20:00 WIB
Ternyata 500.000 Orang Bergaji di Atas UMK Tercatat Penerima Bansos
Menteri Sosial Tri Rismaharani . (Foto MPI).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 500.000 orang yang bergaji di atas upah minimum kabupaten/kota tercatat sebagai penerima bansos di Kementerian Sosial (Kemensos). Selain itu, 23.000 penerima bansos berstatus ASN.

Total ada 23.853 ASN, 13.369 orang di Ditjen AHU, serta 493.137 orang gaji di atas UMK menerima bansos.

"Kemarin kenapa saya juga ketakutan setelah kita padankan, itu ternyata ada 500.000 sekian itu karena dobel, dia menerima gaji di atas UMK, nah itu nggak boleh," kata Risma dikutip Junat (15/9/2023). 

Hal itu disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dalam rapat kerja anggaran Komisi VIII di kompleks parlemen Senayan, Jakarta. 

Risma menyebut temuan itu dipastikan akan diketahui oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan dipastikan penerima bantuan diminta untuk mengembalikan. 

"Ini di atas UMK 493.137, ini nggak boleh, ini kita yang menemukan, makanya kami takut. Masalahnya kalau saya tidak temukan, itu juga akan ditemukan BPK, dia malah suruh mengembalikan," sambungnya.

Selanjutnya Risma juga menyebut sejumlah nama warga yang seharusnya menerima bansos tetapi telah dicoret oleh BPK. Hal itu lantaran identitasnya digunakan oleh sejumlah pihak sebagai seorang komisaris di sebuah perusahaan. 

Selain itu, dia menyebut akhir-akhir ini KPK juga mengendus adanya dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam praktik bansos itu.

"Sebetulnya kalau Bapak tahu yang dengan Kemenkumham, kami tahu sendiri bahwa dia cleaning service, tapi dia dicatatkan sebagai direktur perusahaan," jelasnya.

"Kami pun juga nggak tega sebetulnya, tapi kami tahu persis dia seorang cleaning service setelah kita cek di lapangan. Tapi BPK menemukan kami suruh hapus, karena dia komisaris perusahaan ini gitu, dipakai namanya dicatut," pungkasnya.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut