Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Meteor Jatuh Berwarna Hijau Kebiruan di Langit Jawa, Warga Dengar Ledakan Keras
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Ini Rangkaian Meteor Raksasa Jatuh Membelah Langit Pulau Jawa

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:39:00 WIB
Terungkap! Ini Rangkaian Meteor Raksasa Jatuh Membelah Langit Pulau Jawa
Tangkapan layar meteor jatuh membelah langit Pukau Jaw, Sabtu (11/7/2026) malam. (Fork: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id — Misteri jatuhnya meteor besar yang menggegerkan masyarakat di sepanjang Pulau Jawa pada Sabtu (11/7/2026) malam akhirnya mulai benderang. 

Berdasarkan data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta laporan visual dari berbagai daerah, terungkap rangkaian rute perjalanan batuan antariksa tersebut sebelum akhirnya diduga jatuh di Samudera Hindia.

Fenomena yang sempat memicu suara dentuman keras dan pancaran cahaya warna-warni ini terjadi akibat sebuah batuan luar angkasa yang orbitnya berpapasan dengan bumi, lalu terbakar saat memasuki lapisan atmosfer.

Peneliti Senior BRIN, Thomas Djamaluddin, mengungkapkan bahwa meteor besar ini awalnya melintas dari arah Laut Jawa dan pertama kali terdeteksi di atas langit Bekasi pada pukul 21.25 WIB. 

Pada fase ini, posisi meteor masih sangat tinggi (memasuki atmosfer di ketinggian sekitar 120 km), sehingga objek tampak relatif kecil dan memancarkan cahaya berwarna putih.

Meteor kemudian bergerak cepat ke arah tenggara. Saat melintasi wilayah Jawa Barat bagian timur, tepatnya di Cirebon dan Kuningan, warga dikejutkan oleh suara dentuman keras. 

"Dentuman tersebut merupakan gelombang kejut (shockwave) yang tercipta karena meteor bergerak dengan kecepatan hipersonik di lapisan atmosfer bawah," kata Thomas dalam keterangan resminya, Minggu (12/7/2026). 

Memasuki wilayah Majalengka, gesekan atmosfer yang semakin kuat membuat meteor terlihat berubah warna menjadi biru. Objek ini kemudian terpantau melintasi kawasan Nagreg pada menit ke-23 dan tampak sebagai kilatan objek yang sangat terang saat menembus gumpalan awan di atas Tasikmalaya.

Hanya berselang dua puluh detik kemudian, bola api raksasa ini mencapai langit Yogyakarta. Di wilayah ini, meteor memancarkan cahaya hijau yang sangat pekat dan memukau.

"Warna hijau tersebut terjadi karena unsur kimia magnesium pada batuan antariksa terbakar oleh suhu yang sangat tinggi akibat gesekan ekstrem dengan atmosfer bumi," Papar Thomas Djamaluddin.

Setelah membelah langit malam Pulau Jawa dari barat ke timur dalam durasi waktu yang sangat singkat, meteor tersebut diduga kuat tidak sampai menabrak daratan.

Berdasarkan perhitungan arah lintasan terakhir, sisa-sisa batuan antariksa yang belum habis terbakar atmosfer (meteorid) diduga kuat jatuh dan tenggelam di perairan dalam Samudera Hindia, tepatnya di sebelah selatan Jawa Timur atau Pulau Bali.

Pihak BRIN memastikan bahwa fenomena ini adalah kejadian astronomi yang wajar dan masyarakat diimbau tidak perlu panik, karena sebagian besar material meteor sudah terkikis habis menjadi debu sebelum menyentuh permukaan bumi.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut