JAKARTA, iNews.id – Taruna Akademi Militer Enzo Zenz Allie (18) tidak akan mendapat perlakuan istimewa dari TNI Angkatan Darat. Enzo akan mendapatkan pendidikan dan perlakuan sama dengan taruna lainnya selama masa pendidikan empat tahun ke depan.
Tidak adanya perlakuan istimewa bagi Enzo, anak blasteran Prancis yang diduga simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ditegaskan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.
Tetangga Indonesia Ini Berani Kecam China yang Latihan Perangnya Mengepung Taiwan
"Tidak ada. Tidak ada pembedaan pendidikan, pengasuhan, bimbingan terhadap mental, mereka adalah sama," ujar Andika di Mabesad, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan keterangan pers di Mabesad, Jakarta, Selasa (13/8/2019). (Foto: Koran SINDO/Eko Purwanto).
KSAD mengatakan, Enzo akan tetap melanjutkan pendidikannya di Akmil setelah TNI melakukan penilaian lanjutan pada Sabtu dan Minggu kemarin. Dari penilaian terhadap Enzo, didapati indeks moderasi bernegara mendapatkan nilai 84 persen atau 5,9 dari 7.
"Oleh karena itu Angkatan Darat memutuskan untuk mempertahankan Enzo Zenz Allie dan semua taruna akademi militer yang kami terima beberapa waktu lalu sejumlah 364," ucapnya.
Enzo yang lahir dan besar di Paris viral di media sosial setelah diajak berdialog oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Dialog dilakukan dengan menggunakan bahasa Prancis.
Di hadapan Panglima TNI, Enzo mengutarakan niatnya menjadi prajurit Infanteri dan Kopassus. Enzo merupakan pemuda berdarah campuran. Ayahnya berasal dari Prancis dan ibunya orang Indonesia. Dia lahir dan besar di Paris, namun beranjak remaja, keluarganya kembali ke Indonesia, saat usianya 13 tahun.
Tak lama berselang, Enzo memicu kontroversi karena dituding simpatisan ormas terlarang, HTI. Dugaan Enzo sebagai pendukung HTI viral setelah foto-fotonya beredar di media sosial Twitter.
KSAD menegaskan, penilaian terhadap Enzo maupun taruna lain tidak hanya dilakukan di awal, namun selama menjalani pendidikan selama empat tahun.
"Mereka ini kan calon perwira, belum menjadi anggota aktif TNI. Karena tahap pendidikan yang diikuti Enzo ini selama empat tahun, maka selama empat tahun itu pula penilaian berlaku," kata jenderal lulusan Akmil 1987 ini.
Editor: Zen Teguh
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku