TGPF Intan Jaya Ditembak KKB, Benny Mamoto: Kami Tidak Gentar!
JAKARTA, iNews.id – Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya Benny Mamoto mengaku tidak gentar dengan teror dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. TGPF akan terus bekerja mengusut dan mencari pelaku penembakan warga sipil serta anggota TNI di Intan Jaya.
Benny Mamoto menegaskan, TGPF juga akan terus melaksanakan tugasnya meski mereka diserang. Penembakan terhadap anggota tim yang juga dosen UGM Bambang Purwoko tidak akan menyurutkan langkah mereka.
"Kami di TGPF sama sekali tidak gentar karena peristiwa penembakan. Kami terus bekerja untuk menuntaskan tugas yang diberikan oleh pemerintah kepada tim ini," kata Benny, Sabtu (10/10/2020).
Mantan penyidik Densus 88 Antiteror Polri ini mengatakan, anggota TGPF kini masih berada di Sugapa untuk memeriksa sejumlah saksi, termasuk beberapa orang yang sempat dijadwalkan ulang. Pemeriksaan ini sebagai lanjutan atas wawancara terhadap sejumlah saksi di lokasi penembakan pendeta Yeremia Zambani.
"Para saksi menceritakan apa yang dilihat dan didengar di lokasi dan sekitar lokasi saat peristiwa penembakan itu terjadi," katanya.
Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini melanjutkan, satu tim lainnya berada di Jayapura untuk bertemu sejumlah pihak, termasuk tokoh gereja. Dia pun meminta doa kepada masyakarat agar segala sesuatu yang dilakukan okeh timnya berjalan lancar tanpa hambatan.
"Mohon doanya agar rencana-rencana selanjutnya berjalan lancar, hingga kami menyelesaikan tugas ini dengan baik” ujarnya.
Sebelumnya, TGPF penembakan Intan Jaya diadang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Hitadipa, Papua, Jumat (9/10/2020). Satu anggota TGPF dan satu personel TNI terluka.
Anggota TGPF yang terluka yaitu Bambang Purwoko. Sementara personel TNI yang tertembak yakni anggota Satgas Apter Hitadipa bernama Sertu Faisal Akbar. Mereka telah dievakuasi ke Jakarta guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Editor: Zen Teguh