Tim Ekspedisi Patriot ITB Luncurkan Platform Kesehatan Digital, Bantu Warga Papua Atasi Keterbatasan Obat
JAKARTA, iNews.id - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 11 Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadirkan platform digital lerehfarma.id untuk membantu masyarakat mengakses informasi kesehatan di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua. Melalui laman tersebut, warga dapat mengecek ketersediaan obat, menemukan fasilitas kesehatan terdekat, hingga menyampaikan keluhan terkait layanan kesehatan.
Platform tersebut diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi di Balai Kampung Purnawajati. Inisiatif tersebut bertujuan untuk membantu mengatasi sejumlah kendala kesehatan yang dihadapi masyarakat setempat, mulai dari keterbatasan stok obat di Puskesmas Pembantu (Pustu), akses jalan yang rusak, hingga minimnya ketersediaan air bersih.
Warga juga menghadapi risiko penyakit endemik dan penyakit menular, seperti malaria, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta skabies atau kudis. Melalui lerehfarma.id, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh informasi kesehatan tanpa harus selalu mendatangi fasilitas kesehatan untuk memastikan ketersediaan obat.

Anggota TEP 11 ITB, Ranif, menekankan pentingnya penyebarluasan pengetahuan agar manfaat kegiatan tidak berhenti pada peserta sosialisasi. Kader kesehatan dan pemuda setempat diharapkan dapat meneruskan informasi serta keterampilan yang diperoleh kepada warga lainnya.
"Informasi dan ilmu yang didapat harus disebarluaskan agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh warga," kata Ranif dalam keterangannya dikutip, Senin (12/10/2026).
Kepala Kampung Tabbeyan, Nicolas Gaya, menyambut baik kegiatan tersebut. Dia menyatakan komitmennya untuk meneruskan materi edukasi dan pelatihan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kami dan kader kampung akan melanjutkan manfaat dari pelatihan ini dan akan meneruskannya kepada masyarakat yang lebih luas”, ujar Nicolas.
Melalui situs tersebut, warga dapat memeriksa stok obat, mencari lokasi fasilitas kesehatan terdekat, membaca panduan pencegahan penyakit, serta menyampaikan keluhan melalui fitur pengaduan. Sosialisasi platform diikuti kader kesehatan, anggota pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK), karang taruna, serta tenaga medis dari Kampung Purnawajati dan Kampung Tabbeyan.
Bidan Sinta, salah satu tenaga kesehatan setempat, menilai platform tersebut membantu warga menghemat waktu dan tenaga saat mencari obat. Warga juga dapat mencari alternatif apotek lain apabila obat yang dibutuhkan tidak tersedia di Pustu.
"Jika obat di Pustu kosong, warga bisa langsung mencari alternatifnya di apotek lain. Ini sangat memudahkan," kata Sinta.
Selain memperkenalkan layanan digital, TEP 11 ITB memberikan edukasi kesehatan dan pelatihan praktis kepada masyarakat. Warga diajarkan menguji tingkat keasaman atau pH air bersih serta membuat penyaring air sederhana untuk kebutuhan rumah tangga.
Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pencegahan malaria, ISPA, dan skabies. Pelatihan tersebut diharapkan membantu warga menerapkan langkah-langkah pencegahan penyakit sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
Pengembangan layanan digital di kawasan transmigrasi tersebut sejalan dengan dorongan pemerintah untuk memperluas pemanfaatan teknologi dalam pembangunan wilayah. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan pentingnya digitalisasi untuk mendorong kemandirian ekonomi desa dan meningkatkan daya saing masyarakat.
“Digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah keharusan bagi UMKM dan ekonomi desa kita untuk naik kelas serta mandiri di tengah persaingan global,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Pembukaan Forum Ekonomi Digital Nasional di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono juga menekankan bahwa pembangunan wilayah perlu disertai pengembangan ekosistem ekonomi masyarakat melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.
"Pembangunan kewilayahan yang kita lakukan tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakatnya melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat guna," ujar AHY dalam Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Kewilayahan, Selasa (22/9/2026).
Sementara itu, Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui kreativitas dan digitalisasi. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk lokal sekaligus mendukung pengembangan potensi kawasan transmigrasi.
"Kawasan transmigrasi harus bertransformasi menjadi lumbung ekonomi baru. Produk-produk lokal dari para transmigran harus bisa menembus pasar nasional dengan sentuhan kreativitas dan digitalisasi," kata Iftitah dalam Dialog Nasional Ketransmigrasian di Makassar, Kamis (3/9/2026).
Editor: Aditya Pratama