Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : RI Perkuat Kerja Sama dengan Azerbaijan, Bidik Proyek Hilirisasi hingga Manufaktur
Advertisement . Scroll to see content

Tingkat Pengangguran Terbuka Turun Jadi 4,65 Persen, Pemerintah Genjot Pelatihan Vokasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:02:00 WIB
Tingkat Pengangguran Terbuka Turun Jadi 4,65 Persen, Pemerintah Genjot Pelatihan Vokasi
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia tercatat turun ke angka 4,65 persen pada 2026, sejalan dengan penguatan sektor riil dan investasi. (Foto: Ilustrasi/Dok. IMG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia tercatat turun ke angka 4,65 persen pada 2026. Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menilai, capaian tersebut sejalan dengan penguatan sektor riil dan investasi yang mendorong penyerapan tenaga kerja.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan ketenagakerjaan sebagai salah satu indikator kesejahteraan masyarakat sekaligus evaluasi kebijakan ekonomi.

“Pemerintah terus memantau dinamika ketenagakerjaan sebagai salah satu indikator utama kesejahteraan masyarakat dan efektivitas kebijakan ekonomi. Capaian TPT 4,65 persen ini mencerminkan keberhasilan berbagai program dorongan sektor riil dan investasi dalam memfasilitasi kebutuhan pasar kerja,” ujar Haryo dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Mengacu pada definisi Badan Pusat Statistik (BPS), TPT merupakan persentase jumlah penganggur terhadap total angkatan kerja. Indikator ini digunakan untuk menggambarkan proporsi angkatan kerja yang belum terserap dalam pasar kerja.

Dalam bahan keterangan tersebut, TPT sebesar 4,65 persen pada 2026 disebut mendekati angka 4,36 persen yang tercatat pada 1994. Sementara itu, jumlah angkatan kerja Indonesia disebut mencapai 155,41 juta orang, dibandingkan 83,32 juta orang pada era 1990-an.

Perkembangan angka pengangguran Indonesia juga mengalami sejumlah perubahan dalam beberapa dekade terakhir. Data yang disampaikan dalam keterangan tersebut mencatat TPT mencapai 11,24 persen pada 2005 dan 7,07 persen pada 2020, saat pandemi Covid-19 melanda.

Haryo menegaskan, pemerintah tidak hanya berupaya menjaga tingkat pengangguran tetap rendah, tetapi juga meningkatkan kualitas tenaga kerja agar masyarakat memperoleh manfaat yang lebih besar dari pertumbuhan ekonomi.

“Pemerintah terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas angkatan kerja melalui program pelatihan vokasi, upskilling, dan peningkatan utilisasi industri. Fokus kita bukan hanya mempertahankan angka pengangguran di tingkat rendah, tetapi juga memastikan penyerapan tenaga kerja yang berkualitas serta berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat,” tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut