Tips Mengembangkan Diri ala Reza Rahadian, Mahasiswa Wajib Catat!
JAKARTA, iNews.id - Aktor Reza Rahadian menjadi dosen tamu dalam program Praktisi Mengajar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Rabu (7/6/2023). Dalam kesempatan itu ia membagikan beberapa tips untuk mengembangkan diri. Apa saja?
Menurut Reza pengembangan diri diperlukan oleh setiap orang. Sebab, zaman telah berubah di mana semua hal bergerak dan berkembang dengan cepat sehingga setiap orang harus mengikutinya.
"Ada dua pilihan, untuk bisa memilih untuk maju atau tidak karena dalam proses pengembangan diri kita dituntut maju," ucap dia dalam Praktisi Mengajar 'Pengembangan Diri dan Profesionalisme' di UNJ, Rabu (7/6/2023).
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengembangkan kemampuan. Ia mencontohkan, dirinya sebagai aktor harus belajar berbagai bahasa serta diksi untuk bisa mendalami seni peran yang ia mainkan.
UNJ Gelar Kuliah Umum dan Bedah Buku untuk Jadi Aktivis, Ini Syaratnya
Kemudian, tidak minder dengan kemampuan yang dimiliki. Sebab, semua orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing sehingga apa pun yang terjadi tidak perlu takut untuk mencobanya.
"Kebanyakan teman mahasiswa yang saya temui dalam tulisan rapi, grammar correct tapi dalam ucapan ragu. Tapi, so what di dunia ada banyak dialek dan its okay jadi ketika memperkuat itu jangan takut kalau aksennya kurang, misalnya," tuturnya.
Tips selanjutnya adalah manajemen waktu yang baik. Reza sendiri memiliki kebiasaan memulai hari dengan tidak membuka ponsel. Menurutnya hal itu penting dilakukan untuk menjaga alam bawah sadar.
"I dont open my phone setelah bangun tidur 45 menit . Ini saya terapkan baru-baru ini untuk tidak langsung buka Hp. Bangun tidur saya ke toilet drink water dan saya biasanya read 5-10 halaman dan open phone," ucap dia.
Meski begitu, ia mengimbau para mahasiswa untuk tidak terlalu keras dengan diri sendiri. Sebab, rasa lelah dan bosan wajar terjadi sehingga menikmati waktu sebentar untuk menikmati hidup dirasa tidak masalah.
"Mengelola waktu itu sangat penting. Tapi di usia 20 tahun menuju 25 tahun itu usia krusial mempertanyakan what I'm gonna do. Take time off jangan buru-buru, enjoy karena kalian sudah put so much effort, waktu kalian di kampus, sudah belajar, tugas, skripsi and that's okay, rehat aja it's okay. Tapi abis itu cepet balik lagi untuk mutusin dunia kerja seperti apa," kata dia.
Lalu, kata Reza, hal yang paling penting lagi dalam mengembangkan diri adalah mencintai hal yang dimiliki. Dengan begitu, seseorang bisa mengerjakan kewajibannya secara maksimal.
"Make sure lakuin itu 100 persen, jangan setengah-setengah karena yang setengah-setengah nggak akan pernah full. Ada ribuan orang ingin kuliah tapi nggak bisa, jadi kalian beruntung," ucap pemain film Habibie & Ainun ini.
Hal terakhir yang bisa mengembangkan diri adalah disiplin. Menurut dia, dengan menetapkan beberapa tujuan dan melaksanakannya sesuai waktu akan menghasilkan sesuatu yang baik untuk masa depan.
"Use it wisely jadi working progress untuk memperkaya diri, set up goals nggak perlu banyak dan dont be afraid gak usah takut pikiran dilihat orang gimana. Saya percaya freedom comes from discipline," tutur dia.
Sementara itu, Praktisi Mengajar merupakan program Kemendikbudristek agar lulusan perguruan tinggi lebih siap untuk masuk ke dunia kerja. Program ini mendorong kolaborasi aktif praktisi ahli dengan dosen juara agar tercipta pertukaran ilmu dan keahlian yang mendalam dan bermakna antar sivitas akademika di perguruan tinggi dan profesional di dunia kerja.
Rektor UNJ, Komarudin pun mengapresiasi program ini karena dinilai bagus dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi mahasiswa di UNJ. Ia berharap mahasiswa dan lulusan UNJ bisa meningkat prestasi, reputasi, dan keterampilannya dalam persiapan memasuki dunia kerja.
Editor: Puti Aini Yasmin