Tonton Film Tjoet Nja' Dhien, Menko PMK : Bioskop Kita Aman dari Covid
JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyaksikan film "Tjoet Nja' Dhien" di bioskop XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (23/5/2021). Kehadiran Muhadjir untuk meyakinkan masyarakat agar tak takut kembali menonton film di bioskop.
"Ini kan secara tidak langsung saya ingin meyakinkan kepada publik terutama kepada penggemar film bahwa bioskop kita ini aman," kata Muhadjir dikutip dari siaran pers Kemenko PMK pada Senin (24/5/2021).
Dalam kesempatan itu, Menko Muhadjir didampingi Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GBPSI) Djonny Syafruddin.
Dia pun memastikan bahwa sebelum masuk bioskop seluruh penonton juga dipastikan aman dari Covid-19 dengan melakukan tes GeNose C19.
"Bahwa kalau kita nonton film sekarang ini jangan takut dengan Covid-19. Yang penting harus waspada. Waspada tetap tapi tidak boleh ketakutan. Dan patuhi protokol kesehatan," katanya.
Menko PMK mengatakan, dengan dibukanya kembali bioskop di seluruh tanah air menjadi momentum agar industri perfilman nasional dan para sineas film nasional untuk kembali bangkit.
"Saya rasa sudah waktunya insan film bangkit kembali dari keterpurukan akibat pandemi. Baik melibatkan seluruh artis, kemudian kru dan juga pihak pengelola gedung bioskop. Itu yang penting untuk sekarang ini," tegasnya.
Film Tjoet Nja' Dhien mengisahkan perjuangan pahlawan dari Aceh itu. Ini merupakan film tahun 1988 garapan sutradara Eros Djarot yang kemudian direstorasi dan kembali ditayangkan dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional.
Muhadjir mengatakan, sebelumnya dia sudah pernah menyaksikan film Tjoet Nja' Dhien. Kali ini merupakan kedua kalinya dia menyaksikan film dengan pemeran utama aktris Chrsitine Hakim itu.
"Dulu sudah pernah menonton. Ini yang kedua kalinya. Saya ingin tahu hasil restorasinya seperti apa. Ini kan film yang berlatar belakang sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang menurut saya sangat detail penggarapannya," jelasnya.
Muhadjir juga mengajak dua putranya yang masih remaja, Muktam Roya Azidan dan Harbantyo Ken Najjar. Dia mengatakan, film-film yang mengangkat kisah perjuangan seperti film Tjoet Nja' Dhien akan menjadi film yang abadi dan memiliki makna semangat perjuangan yang bisa ditanamkan pada generasi penerus bangsa.
"Ini saya kira bakal jadi film abadi yang setiap saat bisa diputar untuk peringatan momen tertentu event tertentu karena berlatar belakang sejarah. Dan itu saya lihat ada pesan-pesan tentang pentingnya regenerasi, kesinambungan dari semangat perjuangan bangsa ini. Kan film ini adalah sejarah yang dipanggungkan," tuturnya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengimbau agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam perfilman nasional, baik dari kalangan pemerintah pusat, ataupun pegiat film, untuk bisa melakukan restorasi secara besar-besaran pada karya-karya film nasional yang memiliki makna sejarah.
"Saya kira ada baiknya dari pihak yang bertanggung jawab untuk segera melakukan penelitian, membuka dokumen film kita sebelum ini rusak, sebelum habis dimakan waktu sebaiknya dilakukan restorasi besar-besaran," imbaunya.
Saat Muhadjir menonton film tersebut turut hadir pemeran Teuku Umar dalam film Tjoet Nja' Dhien, aktor kawakan Slamet Rahardjo Djarot. Dia menceritakan bahwa film garapan adik kandungnya itu memiliki makna perjuangan bangsa Indonesia yang harus terus dinyalakan.
"Jadi konten dari film ini adalah perjuangan itu tidak boleh tanggung-tanggung. Mengambil dari slogan orang Aceh. Daripada miring lebih baik tumpah semua. Itu adalah pesan dari film ini," katanya.
Editor: Faieq Hidayat