Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tawuran Warga Pecah di Terowongan Manggarai, Penumpang KRL Terdampak Gas Air Mata
Advertisement . Scroll to see content

Tragedi Kanjuruhan, Mahfud : Saya Tak Peduli Seberapa Besar Kandungan Kimia Gas Air Mata

Jumat, 21 Oktober 2022 - 07:53:00 WIB
Tragedi Kanjuruhan, Mahfud : Saya Tak Peduli Seberapa Besar Kandungan Kimia Gas Air Mata
Menko Polhukam Mahfud MD menyebut penyebab kematian korban Tragedi Kanjuruhan karena panik berdesak-desakan setelah penembakan gas air mata.(Foto: MPI).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menko Polhukam Mahfud MD menyebut penyebab kematian korban Tragedi Kanjuruhan karena berdesak-desakan setelah penembakan gas air mata. Kandungan zat kimia gas air mata tidak penting. 

Menurutnya, penembakan gas air mata saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan membuat massa panik, dan berdesakan mencari jalan keluar, hingga akhirnya tewas. 

"Saya nggak peduli sekarang seberapa besar kandungan kimia yang mematikan (dalam gas air mata), itu tidak penting," kata Mahfud MD, Kamis (20/10/2022). 

Mahfud menegaskan, mungkin memang gas air mata tidak menyebabkan kematian. Namun penembakan gas air mata yang menimbulkan kepanikan dan sesak nafas, sehingga korban jiwa berjatuhan. 

"Mungkin gas air matanya sendiri tidak menyebabkan kematian langsung, tetapi penyemprotan ke tempat-tempat tertentu menyebabkan orang panik, nafasnya sesak, lalu lari ke tempat yang sama, desak-desakan, mati," ucap dia.

Mahfud yang juga ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menyebut bahwa pihaknya suda berbicara dengan Presiden FIFA untuk melakukan transformasi bersama-sama. 

"Menyangkut dunia sepak bola, pengaturan, pengorganisasian dan lainnya itu sudah diatur oleh FIFA dan PSSI. Kita tidak boleh ikut campur ke situ, tetapi pemerintah sudah bicara dengan Presiden FIFA akan bersama-sama melakukan transformasi," tuturnya.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut