Ulama Hadiri Undangan Prabowo Buka Puasa di Istana, Ada Ustaz Subki hingga Mamah Dedeh
JAKARTA, iNews.id - Ulama dan tokoh masyarakat menghadiri undangan buka puasa bersama yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Sejumlah undangan hadir.
Pantauan iNews.id, sejumlah tokoh agama yang hadir seperti Subki Al Bughury, Dedeh Rosidah atau Mamah Dedeh, Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya, Ketua Dewan Pembina Majelis Rasulullah Nabiel bin Fuad Al Musawa, hingga Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie.
Ditemui sebelum acara, Subki mengaku menerima undangan untuk menghadiri silaturahmi sekaligus buka puasa bersama di Istana. Dia belum mendapatkan informasi mengenai pembahasan khusus dalam pertemuan tersebut.
“Kalau di sini, alhamdulillah untuk buka puasa bersama. Undangannya silaturahmi dan buka puasa bersama,” kata Subki.
Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Naikkan Cadangan BBM dari 21 Hari Jadi 3 Bulan
Dia juga mengaku belum mengetahui apakah akan ada diskusi terkait situasi geopolitik, termasuk konflik yang terjadi di Timur Tengah. Namun, dia menyatakan siap memberikan pandangan apabila dibutuhkan.
“Kalau memang nanti pendapat kita dibutuhkan, ya pasti kita membantu,” ujarnya.
Pimpinan MUI, PBNU hingga Muhammadiyah Hadiri Bukber bareng Prabowo di Istana
Program Kampung Nelayan Gagasan Prabowo Tuai Respons Positif, Nelayan: Sangat Bermanfaat!
Meski demikian, Subki mengaku saat ini lebih fokus pada aktivitasnya membawa jemaah umrah. Menurutnya, situasi konflik di kawasan Timur Tengah juga berdampak pada perjalanan jemaah.
“Saya lagi fokus jemaah yang mau berangkat, termasuk tiket Emirates saya yang sampai sekarang belum bisa terbang. Yang saya inginkan adalah perdamaian supaya jemaah yang tertahan bisa pulang dan yang belum berangkat bisa berangkat,” katanya.
AHY Ungkap Pesan SBY kepada Prabowo terkait Perang AS-Israel vs Iran
Sementara itu, Buya Yahya menyampaikan pesan agar momentum Ramadan dimanfaatkan untuk menghadirkan kedamaian dan kebaikan di tengah masyarakat.
“Ramadan ini kita jadikan Ramadan kebaikan, Ramadan damai, Ramadan keindahan. Di saat di luar ada keramaian, kita ingin mengajak untuk menghadirkan rumah yang indah dan keluarga yang bahagia,” ujarnya.
Dia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para pemimpin negara agar mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Menjadi presiden itu tidak gampang, berat. Kita harus banyak mendoakan pemimpin kita agar sukses menjalankan tugas, umat damai dan tenteram,” kata Buya Yahya.
Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini relatif nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
“Indonesia nyaman. Kita bisa menjalankan kewajiban pribadi, keluarga, dan kemasyarakatan dengan baik,” ujarnya.
Editor: Rizky Agustian