Unhan Kembali Cetak Profesor, Sekaligus Buka Prodi Doktoral
JAKARTA, iNews.id - Universitas Pertahanan (Unhan) tahun ini kembali melahirkan profesor ilmu pertahanan, yaitu mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (AL) Laksamana TNI (Purn) Prof DR Marsetio. Profesor pertama, yang berhasil dicetak Unhan, yaitu Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2014.
Upacara pengukuhan guru besar dilaksanakan dalam sidang senat terbuka, Kamis (26/7/2018) di Gedung AH Nasution Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Pengukuhan guru besar tersebut semakin memperkokoh roadmap pengembangan ilmu pertahanan melalui berbagai penelitian sekaligus legalitas akademik pembukaan Program Studi (Prodi) S3 Doktoral pada saat yang bersamaan.
Baik pengukuhan guru besar maupun pembukaan Prodi S3 merupakan capaian yang sistematis dalam rangka mewujudkan Unhan sebagai World Class Defense University pada tahun 2024.
Upacara tersebut dihadiri banyak pejabat dari kementerian dan lembaga, Mabes TNI, Mabes ketiga Angkatan, Mabes Polri, dan para Panglima Kotama. Selain itu hadir para duta besar (dubes) dan atase pertahanan negara sahabat, para rektor, para pejabat pemerintah daerah serta para dosen dan mahasiswa Unhan.
Laksamana TNI (Purn) Prof DR Marsetio dalam orasi ilmiahnya memaparkan teori keamanan maritim ditinjau dari pendekatan budaya dan teknologi sesuai bidang yang ditetapkan oleh Kemenristek Dikti, yaitu ilmu pertahanan bidang Budaya Teknologi Kemaritiman.
Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dalam sidang senat tersebut mengamanatkan Unhan agar ke depan bisa memberi kontribusi tidak saja pada tingkat nasional juga pada tingkat internasional.
Kontribusi tersebut menuntut Unhan untuk lebih banyak lagi menghasilkan guru besar di masa mendatang. Kelak Unhan beserta jajaran guru besarnya harus bisa menjadi center of excellence untuk defense studies dan defense technologies pada era Revolusi Industri 4.0.
Editor: Kurnia Illahi