Update Bencana Sumatra: Korban Tewas 1.071 Orang, 185 Masih Hilang
JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini korban banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Data itu dihimpun per Jumat (19/12/2025) sore.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan jumlah korban tewas mencapai 1.071 orang. Sedangkan 185 orang lainnya masih hilang.
"Jumlah korban secara total tiga provinsi bertambah tiga. Sore hari ini 1.071 jiwa," kata Abdul Muhari dalam jumpa pers virtual, Jumat (19/12/2025).
Menurut dia, jumlah orang yang mengungsi di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai 526.868 orang.
Pengungsi Banjir Bandang di Desa Genteng Pidie Jaya Krisis Air Bersih dan Tenda
"Operasi SAR berlangsung di Sumut 4 sektor, Sumbar 5 sektor, dan Aceh masih di 6 kabupaten," ujarnya.
Diketahui, pemerintah mulai menyalurkan santunan untuk ahli waris korban tewas bencana Sumatra. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan santunan kepada 31 ahli waris korban di kantor Dinas Sosial P3A, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Selasa (16/12/2025).
Warga Aceh Korban Banjir Kibarkan Bendera Putih, Rano Karno: Itu Simbolis
Para ahli waris korban meninggal mendapatkan santunan masing-masing sebanyak Rp15 juta.
Prabowo Cek Perbaikan Jalan di Lembah Anai yang Terputus Imbas Banjir dan Longsor
"Nantinya juga akan diberikan santunan Rp5 juta untuk korban luka berat," ujar Gus Ipul.
Santunan pertama bagi korban meninggal diserahkan masing-masing untuk 2 ahli waris di Kabupaten Pidie dan selanjutnya 29 ahli waris korban di Kabupaten Pidie Jaya. Ke depan, santunan akan diberikan untuk seluruh ahli waris korban meninggal akibat bencana di Aceh, Sumbar dan Sumut.
1 Korban Banjir Bandang Padang Panjang Kembali Ditemukan, Kondisi Terhimpit Kayu
"Ini akan dilakukan setelah dilakukan asesmen dan diketahui ahli warisnya. Mudah-mudahan ini sedikit meringankan beban keluarga yang ditinggalkan orang-orang yang dicintai. Jangan dilihat nilainya tapi ini bentuk solidaritas, tali asih negara kepada bapak ibu sekalian," katanya.
Editor: Rizky Agustian