Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Bandang di Sitaro Sulut Terjang 3 Kecamatan, Tim SAR Cari 5 Orang Hilang
Advertisement . Scroll to see content

Update Korban Banjir Bandang Sitaro Bertambah Jadi 11 Orang, 5 Korban Hilang

Selasa, 06 Januari 2026 - 09:42:00 WIB
Update Korban Banjir Bandang Sitaro Bertambah Jadi 11 Orang, 5 Korban Hilang
Petugas melakukan penanganan darurat banjir bandang Sitaro yang menewaskan 11 orang dan memaksa ratusan warga mengungsi. (Foto: BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

SITARO, iNews.id - Korban banjir bandang Sitaro bertambah dalam peristiwa bencana hidrometeorologi yang menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut), Senin (5/1/2026). Data per pukul 19.00 WIB mencatat jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 11 orang.

Sebelumnya, pada siang hari, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan sembilan orang. Namun, seiring proses pendataan lanjutan, angka korban jiwa kembali bertambah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, dari total 11 korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Sitaro, enam jenazah telah berhasil teridentifikasi.

"Lima jenazah lainnya masih dalam proses pendataan oleh tim gabungan di lapangan," ujarnya dikutip Senin (6/1/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro memastikan telah memberikan fasilitas pemakaman kepada seluruh korban meninggal dunia, sebagai bentuk dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Hingga Senin malam, sebanyak lima orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Namun, operasi search and rescue (SAR) belum dapat dilanjutkan karena kondisi cuaca buruk berupa hujan lebat yang berpotensi memicu banjir dan longsor susulan di lokasi bencana.

BPBD memastikan operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada keesokan hari setelah kondisi cuaca memungkinkan dan dinilai aman bagi tim penyelamat. Selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang Sitaro juga berdampak pada ratusan warga. Sebanyak 143 kepala keluarga atau 444 jiwa terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terdampak material banjir.

Pemerintah daerah setempat telah membuka pos pengungsian sementara di Gedung GMIST Bethbara. Di lokasi pengungsian, pemerintah menyiapkan kebutuhan dasar bagi pengungsi, seperti alat tidur, perlengkapan anak (kids ware), serta makanan siap saji.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, wilayah terdampak banjir bandang Sitaro meluas menjadi empat kecamatan, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.

Merespons kondisi darurat tersebut, Bupati Sitaro menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi melalui Surat Keputusan Nomor 1 Tahun 2026. Status tanggap darurat ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026.

Untuk membuka kembali akses jalan yang terputus akibat banjir bandang Sitaro, BPBD Kabupaten Sitaro bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup telah memobilisasi alat berat berupa excavator dan wheel loader ke lokasi bencana. Proses pembukaan akses akan dilakukan setelah kondisi cuaca dinyatakan aman.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut