Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : RS Lapangan Mulai Beroperasi, Jadi Harapan untuk Korban Gempa NTT
Advertisement . Scroll to see content

Update Korban Gempa M7,7 NTT: 83 Orang Meninggal, 967 Luka-Luka

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:07:00 WIB
Update Korban Gempa M7,7 NTT: 83 Orang Meninggal, 967 Luka-Luka
Basarnas mencatat sebanyak 83 orang meninggal dunia akibat gempa bumi M7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT. (Foto: Ilustrasi/BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat sebanyak 83 orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut merupakan pendataan sementara unsur SAR hingga Jumat (21/8/2026) pukul 11.00 WITA yang disampaikan melalui Laporan Situasi (SITREP) Posko Nasional Basarnas.

"83 orang meninggal dunia, 328 orang luka berat dan 639 orang luka ringan. Total korban teridentifikasi mencapai 1.050 orang," tulis Basarnas dalam laporannya, Jumat (21/8/2026).

Adapun, Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 670 orang. Rinciannya, 27 orang meninggal dunia, 239 orang luka berat, dan 404 orang luka ringan.

Sementara, Kabupaten Manggarai mencatat 164 korban yang terdiri dari 31 orang meninggal dunia, 29 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan.

Kemudian, Kabupaten Ende mencatat 74 korban, dengan rincian dua orang meninggal dunia, lima orang luka berat, dan 67 orang luka ringan.

Kabupaten Sikka mencatat 61 korban, terdiri dari enam orang meninggal dunia, 23 orang luka berat, dan 32 orang luka ringan.

Di Kabupaten Ngada terdapat 38 korban, yakni dua orang meninggal dunia, 17 orang luka berat, dan 19 orang luka ringan. Kemudian, Kabupaten Nagekeo mencatat 35 korban, terdiri dari 13 orang meninggal dunia, 13 orang luka berat, dan sembilan orang luka ringan.

Kabupaten Manggarai Barat mencatat delapan korban, yakni dua orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan empat orang luka ringan.

Basarnas menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses identifikasi, verifikasi, serta konsolidasi unsur SAR di lapangan.

"Penanganan dampak gempa bumi masih berlangsung," kata Basarnas.

Posko Nasional Basarnas terus melakukan pemantauan dan konsolidasi data bersama unsur SAR gabungan untuk memastikan operasi pencarian dan pertolongan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.

Data korban juga menjadi bagian dari proses asesmen dan pemutakhiran situasi untuk menentukan prioritas penanganan, kebutuhan evakuasi, dukungan medis, pengerahan sumber daya, serta penyesuaian operasi SAR di wilayah terdampak.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut