Usai AS, Prabowo Lanjutkan Kunjungan Kerja ke London
lLONDON, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto, melanjutkan kunjungan kerjanya ke London, Inggris usai sebelumnya melakukan agenda penting di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Diketahui, di AS Prabowo menghadiri pertemuan perdana Board of Peace (BoP).
Selain itu, Prabowo bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani perjanjian dagang timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade antara Indonesia dan Amerika Serikat di Washington DC pada hari yang sama.
Setelah menyelesaikan agenda di Amerika Serikat, Prabowo bertolak ke London. Pada Senin (23/2/2026), Kepala Negara menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited.
Kepala Negara secara khusus menyaksikan penandatanganan tersebut sebagai bentuk perhatian besar pemerintah terhadap prospek kemajuan teknologi dan transformasi ekonomi Indonesia berbasis inovasi.
Siap-Siap! Presiden Prabowo bakal Umumkan THR ASN 2026
“Ini merupakan kerja sama Indonesia agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor, dan Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama untuk dari segi desain. Jadi ini yang paling hulu daripada industri semikonduktor itu sendiri,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dalam keterangannya.
Prabowo Teken Perpres Sekolah Garuda, Tingkatkan Kualitas Pendidikan hingga Ciptakan SDM Unggul
Menurut Airlangga, Arm diketahui menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Melalui kerja sama tersebut, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern.
“Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15.000 engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain,” imbuh Airlangga.
Editor: Puti Aini Yasmin