Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KAI Catat Lonjakan Penumpang Tertinggi di 10 Stasiun, Terbesar 108 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Usai Lapor Prabowo, Dirut KAI Sebut Batal Impor KRL Bekas Jepang

Kamis, 05 November 2026 - 22:55:00 WIB
Usai Lapor Prabowo, Dirut KAI Sebut Batal Impor KRL Bekas Jepang
Dirut KAI Bobby Rasyidin menegaskan tidak akan mengimpor KRL bekas dari Jepang. KAI membutuhkan 23 rangkaian kereta baru. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin memastikan perusahaan tidak akan melanjutkan rencana impor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang.

"Kita enggak impor bekas," ujar Bobby kepada awak media setelah memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Sebelumnya, KAI berencana mendatangkan 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang mulai akhir 2026. Rencana tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan armada kereta di wilayah Jabodetabek.

Kebutuhan penambahan armada semakin mendesak seiring jumlah penumpang yang mencapai 1,1 juta orang per hari. Di sisi lain, sejumlah KRL yang beroperasi saat ini telah berusia lebih dari 40 tahun sehingga perlu dilakukan peremajaan.

Bobby menegaskan, pengadaan kereta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat harus mengutamakan produk baru, bukan kereta bekas impor.

"Kita enggak impor bekas. Pokoknya buat rakyat, harus yang baru," kata Bobby.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, KAI akan mengoptimalkan pengadaan kereta produksi dalam negeri. Salah satu produsen yang akan dilibatkan adalah PT Industri Kereta Api (INKA).

"Salah satunya nanti sebagian ke INKA. Wajib mendukung industri dalam negeri," kata Bobby.

Meski demikian, Bobby membuka peluang kolaborasi antara PT INKA dan produsen kereta dari luar negeri dalam proses produksi rangkaian KRL baru.

"Luar negeri harus kerja sama sama dalam negeri," kata Bobby.

Bobby menyebut KAI membutuhkan total 23 rangkaian kereta atau trainset baru. Dari jumlah tersebut, sebanyak delapan trainset menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.

"Kita akan percepat 2-3 tahun. 23 train set baru," pungkas Bobby.

Editor: Adhenda Madarina Idzni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut