Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Besar M6,4 Guncang Vanuatu, Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Usia Lebih dari 10 Tahun, Alat Deteksi Gempa dan Tsunami BMKG Masih Beroperasi Baik

Sabtu, 05 Desember 2020 - 03:15:00 WIB
Usia Lebih dari 10 Tahun, Alat Deteksi Gempa dan Tsunami BMKG Masih Beroperasi Baik
Ilustrasi gelombang tinggi terekam alat sensor. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisila (BMKG) memastikan alat monitor gempa bumi dan tsunami di sejumlah daerah masih beroperasi dengan baik. Meskipun penggunaanya sudah lebih dari 10 tahun.

"Sensor-sensor tersebut masih beroperasi dengan baik dan selalu dikalibrasi secara rutin," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Sabtu (5/12/2020).

Rita menyebutkan, beberapa fasiltas monitoring gempa dan tsunami di beberapa daerah sudah dicek, seperti di Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, Papua, Maluku, Sulawesi, NTT, NTB, Jatim, Jabar, serta wilayah-wilayah di Sumatera dan lainnya.

Pengecekan alat, kata dia, seiring dengan kegiatan kalibrasi terhadap sensor-sensor yang telah terpasang dan beroperasi sejak 2009.

Rangkaian perangkat itu berfungsi untuk merekam sinyal gempa bumi dalam sistem peringatan dini tsunami. Untuk pengamatan yang semakin luas dan akurat, lanjut dia, sebanyak 39 titik di berbagai lokasi di Indonesia segera memiliki alat seismograf.

Dalam kurun 2008 hingga 2018, peringatan dini tsunami disebarkan BMKG ke tengah masyarakat melalui BNPB dan BPBD dengan kecepatan 5 menit setelah guncangan gempa terekam seismograf.

Dengan asumsi tsunami tiba selama 20 menit sejak pertama kali gempa terdeteksi, tersisa waktu untuk proses evakuasi masyarakat selama 15 menit.

Sejak 2019, BMKG mulai mengembangkan Warning Receiver System New Generation, sehingga dapat memberikan informasi gempa bumi pada menit kedua setelah gempa dan peringatan dini tsunami mulai menit ketiga sampai keempat.

"Secara otomatis seketika peringatan dini tersebut dapat disebarluaskan melalui berbagai kanal komunikasi, baik melalui SMS blasting, media sosial @infoBMKG, telegram, Aplikasi Mobile Phone Info BMKG, YouTube, televisi, dan website," katanya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut