Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 16 Lansia Tewas karena Kebakaran, DPR Minta Evaluasi Seluruh Panti Jompo
Advertisement . Scroll to see content

Vaksin Merah Putih Diproduksi Massal Agustus 2022, Bisa untuk Lansia hingga Anak

Jumat, 11 Februari 2022 - 11:09:00 WIB
Vaksin Merah Putih Diproduksi Massal Agustus 2022, Bisa untuk Lansia hingga Anak
Vaksin Merah Putih akan diproduksi massal pada Agustus 2022. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Vaksin Merah Putih yang dibuat PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia dan Universitas Airlangga (Unair) diproduksi massal pada Agustus 2022. Hal itu dilakukan usai dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Rencana Agustus nanti masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan vaksin, baik itu primer maupun booster," kata Direktur Utama PT Biotis Pharmaceuticals FX Sudirman kepada wartawan di gedung MUI, Jakarta, Kamis (10/2/2022).

Sudirman mengatakan pihaknya akan memproduksi vaksin dengan target 240 juta per tahun. Uji klinis tahap pertama hingga ketiga untuk mengetahui vaksin itu digunakan untuk vaksin primer atau booster.

"Kapasitas produksi kami adalah 240 juta dosis pertahun kami perkirakan permintaan banyak pihak mulai Agustus (2022) lakukan rilis produk secara massal. Kita berharap emergency usea uthorization (EUA) pada Juli," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga Surabaya Fedik Abdul Rantam mengatakan vaksin Merah Putih didesain untuk enam macam pengguna yaitu untuk komorbid, dewasa tua, dewasa muda, remaja, hamil, dan anak.

Pada uji klinik fase 1, BPOM merekomendasikan agar vaksin Merah Putih digunakan usia dewasa mulai dari 18 tahun ke atas. "Karena target fase 1 adalah tentang keamanan bagaimana kira-kira keamanannya jadi thayyibannya. Kalau sudah ditetapkan hasil report baik maka akan lanjut ke dua," ujar dia. 

Fase kedua akan melihat seberapa kemampuan vaksin untuk menetralisir. Jika sudah terjawab maka akan dilanjutkan ke fase tiga dan hasilnya dievaluasi apakah dapat digunakan untuk booster atau primer.

"Tapi yang jelas target dewasa sementara ini,"ujarnya.

Fedik berharap vaksin tersebut dapat memenuhi anak umur tiga sampai enam tahun. Sebab hingga kini vaksin anak masih terbatas pada Sinovac dan Pfizer.

"Semua menunggu fase tiga baru kita untuk putuskan secara bersama spesifik ke umur berapa. Karena beberapa hal yang harus kita penuhi saat ini adalah umur 3-6 tahun belum ada. Kalau 6-12 tahun sudah ada," tutur dia. 

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut