Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ledakan Petasan di Semarang Jelang Lebaran Tewaskan Bocah 9 Tahun, Rumah Hancur
Advertisement . Scroll to see content

Viral Emak-Emak Berburu Daging Jelang Lebaran 2026, Harga Rp160 Ribu Sekilo Jadi Rebutan!

Jumat, 20 Maret 2026 - 14:54:00 WIB
Viral Emak-Emak Berburu Daging Jelang Lebaran 2026, Harga Rp160 Ribu Sekilo Jadi Rebutan!
Emak-Emak pemburu daging jelang Lebaran. (Foto: Annastasya Rizqa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Suasana H-1 Lebaran 2026 di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, mendadak berubah jadi arena perburuan. Bukan diskon baju atau gadget, melainkan daging sapi dan kelapa parut yang jadi incaran utama emak-emak.

Di tengah lonjakan harga bahan pangan, seorang pembeli bernama Sri mengaku rela berkeliling pasar demi mendapatkan harga terbaik. Baginya, selisih puluhan ribu rupiah bukan hal sepele.

"Di Pasar Pondok Gede (daging) bisa sampai Rp200 ribu per kilogram. Di sini masih Rp160 ribu, lumayan banget bedanya," ujar Sri pada iNews.id, Jumat (20/3/2026).

Tak heran, dia memilih berburu ke Pasar Kramat Jati. Meski harus menempuh jarak lebih jauh, Sri merasa usahanya sebanding dengan penghematan yang didapat.

Pedagang daging di Pasar Kramat Jati jelang Lebaran 2026. (Foto: Annastasya Rizqa)
Pedagang daging di Pasar Kramat Jati jelang Lebaran 2026. (Foto: Annastasya Rizqa)

"Bela-belain ke sini karena masih murah," katanya.

Fenomena ini bukan hanya terjadi pada daging sapi. Kelapa parut yang jadi bahan penting untuk santan juga ikut diburu. Sri bahkan mengaku masih bisa mendapatkan harga Rp18.000 per butir, jauh lebih murah dibanding harga di tempat lain yang sudah menyentuh Rp25.000.

"Di sini kelapa masih murah. Tadi dapat Rp18 ribu, padahal biasanya sudah Rp25 ribu di tempat lain," ungkapnya.

Namun, jika dibandingkan harga normal di luar musim Lebaran, lonjakan ini tetap terasa. Sri menyebut, dalam kondisi biasa, kelapa parut bisa dibeli hanya sekitar Rp10.000 per butir.

Kenaikan harga ini pun diakui oleh para pedagang. Ahmad, salah seorang penjual daging di Pasar Kramat Jati, mengatakan tren kenaikan menjelang Lebaran memang sudah jadi tradisi tahunan.

Pedagang kelapa parut di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. (Foto: Annastasya Rizqa)
Pedagang kelapa parut di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. (Foto: Annastasya Rizqa)

Meski harga naik, ia menyebut pembeli tidak surut. Bahkan, banyak yang tetap datang karena menilai harga di Pasar Kramat Jati masih lebih bersahabat dibanding tempat lain.

"Nggak ada yang ngeluh mahal. Malah pada bilang di sini masih murah," ujar Ahmad.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut