Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kades di Kutai Kartanegara Dipukul Balok saat Halalbihalal, Rumahnya Dirusak 8 OTK
Advertisement . Scroll to see content

Viral Kades Yakuza Gaya Nyentrik di Banjarnegara, Ubah Desa Jadi Lumbung Miliaran Rupiah

Rabu, 11 Juni 2025 - 08:51:00 WIB
Viral Kades Yakuza Gaya Nyentrik di Banjarnegara, Ubah Desa Jadi Lumbung Miliaran Rupiah
Kepala Desa Purwasaba Hoho Alkaf yang bergaya nyentrik namun sukses kembangkan BUMDes hingga hasilkan miliaran rupiah per tahun dari ternak ayam hingga unit usaha lainnya. (Foto: iNews/Nurdin Fauzi)
Advertisement . Scroll to see content

BANJARNEGARA, iNews.id - Penampilan Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa tengah ini memang tak biasa. Dengan tato di sekujur tubuh dan gaya ala gangster Jepang, Hoho Alkaf dijuluki "Yakuza Banjarnegara".

Namun di balik gayanya yang mencolok, Kades Hoho Alkaf sukses mengubah desanya menjadi lumbung ekonomi untuk masyarakat hingga mampu menghasilan miliaran rupiah lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) per tahun.

Kades Hoho mengungkapkan, sejak awal menjabat saat pandemi Covid-19, dia sudah memikirkan cara membangun ekonomi desa.

“Kita itu mikir sejak awal dilantik, waktu itu kan Covid. ADD tidak mungkin diberikan ke desa, harus juga usaha, kan ada ketahanan pangan,” ujarnya, Selasa (10/6/2025).

Kades Nyentrik Ubah Wajah Purwasaba Jadi Sentra Ekonomi Baru

Menurutnya, pembangunan desa dimulai dari nol. Semua unit usaha dibangun sejak 2022 dan terus dikembangkan selama 3 tahun terakhir ini.

“Kalau dulu untuk fisik, kita benar-benar dari nol. Pelihara ayam juga nggak langsung banyak, sedikit demi sedikit. Sebelum dana desa cair kita sudah mulai,” katanya.

Kini, BUMDes Jaya Mandiri mengelola sekitar 7.000 ekor ayam petelur. Usaha ini tersebar di empat kandang yang dikelola profesional. Setiap hari, produksi telur bisa mencapai 4 kuintal 20 kilogram.

“Permintaan dari pasar. Kita sudah punya langganan untuk pemasarannya,” ujar Hoho.

Pasar utama telur berasal dari wilayah Banjarnegara dan Tegal. Namun seiring popularitasnya yang viral di media sosial, permintaan terus meningkat. Targetnya, populasi ayam akan ditambah hingga 15.000 ekor untuk menghasilkan pendapatan tahunan hingga Rp2 miliar.

Tidak Hanya Ayam, BUMDes Juga Kembangkan Ternak Sapi dan Ikan

BUMDes Purwasaba tak hanya fokus pada ternak ayam. Unit usaha lain juga berkembang pesat, mulai dari peternakan sapi, kambing, rusa, hingga budi daya ikan nila dan lele.

“Ini kan aset, ini punya masyarakat. Jadi masyarakat harus nikmati. Kita nggak cuma ternak ayam, tapi sapi udah ada yang beranak. Kita juga ternak ikan,” tutur Hoho.

Dengan model usaha berbasis masyarakat, warga pun dilibatkan langsung sebagai tenaga kerja. BUMDes juga memberi upah sesuai standar UMR.

Siapkan Wisata Kolam Renang dan Kafe Kapal Pesiar

Tidak hanya di sektor pangan, kini Kades Hoho dan perangkat desa mulai merintis unit usaha di sektor wisata. Di antaranya pembangunan kolam renang dan fasilitas belajar renang untuk anak-anak.

“Kita juga akan buat kafe dengan model kapal pesiar,” ucapnya bersemangat.

Semua inisiatif ini semata-mata demi kemajuan desa dan kesejahteraan warga.

“Semua ini untuk warga. Warga juga mendapat lapangan kerja. BUMDes juga sudah menghasilkan keuntungan dan kami berikan gaji UMR,” ucapnya.

Gaya Boleh Nyentrik, Visi Tetap Militan untuk Bangun Desa

Sosok Hoho Alkaf sempat viral di media sosial. Banyak warganet terkesan dengan kegigihannya membangun desa meski tampilannya jauh dari kesan pejabat konvensional.

“Inilah Hoho Alkaf, Kepala Desa Purwasaba Kecamatan Mandiraja Banjarnegara Jawa Tengah. Penampilannya mungkin terlihat tak lazim bagi seorang pejabat publik. Penuh tato di badan, bergaya kasual dengan kacamata hitam dan kalung rantai besar. Namun jangan salah, di balik gaya nyentriknya, Hoho adalah sosok pemimpin yang visioner dan serius membangun desanya,” tulis salah satu narasi video yang viral di media sosial.

Dengan sistem manajemen modern dan kolaborasi warga lokal, Hoho membuktikan bahwa desa mampu mandiri dan berdaya saing jika potensi lokal dikelola serius.

Desa Purwasaba Jadi Bukti Desa Bisa Mandiri dan Produktif

Transformasi Desa Purwasaba menjadi pusat ekonomi produktif adalah bukti nyata bahwa desa bisa mandiri dan berkembang. Dengan pengelolaan BUMDes yang profesional, desa tak hanya menciptakan lapangan kerja tetapi juga menjadi sumber pendapatan miliaran rupiah.

Inisiatif Hoho Alkaf dalam mengelola BUMDes membuktikan desa bisa menjadi mandiri jika ditekuni dengan serius dan berbasis potensi yang ada.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut