Viral Pengakuan Mengejutkan Rekan PPIH usai Chiki Fawzi Gagal Jadi Petugas Haji 2026
JAKARTA, iNews.id – Polemik terkait tidak lolosnya Chiki Fawzi sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 terus bergulir. Terbaru, ada netizen mengaku rekan Chiki selama mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) petugas haji.
Pengakuannya mengejutkan media sosial. Sebab si netizen mengaku bahagia Chiki Fawzi gagal menjadi petugas Haji 2026. Kenapa demikian? Berikut informasi selengkapnya.
Viral di media sosial curhatan netizen dengan akun Threads @tarabjm_ secara terbuka mengungkap ketidaknyamanannya terhadap kegaduhan yang muncul akibat pernyataan Chiki Fawzi di ruang publik.
Ia menilai, sebagai sesama peserta diklat, seluruh pihak seharusnya menghormati mekanisme seleksi yang telah ditetapkan panitia tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan.
Pernyataan Lengkap Chiki Fawzi Dituduh Haji Gratisan Jalur Nebeng Petugas Haji
“Banyak peserta yang juga dipulangkan atau dikeluarkan, tapi tidak ribut. Kami menghormati prosesnya. Tapi yang ini bikin gaduh, dan itu sangat tidak nyaman,” tulisnya, dikutip Senin (2/2/2026).
Menurut pengakuannya, kegaduhan tersebut justru menjadi alasan utama mengapa ia mendukung keputusan panitia mencoret Chiki dari daftar petugas. Ia menegaskan bahwa persoalan bukan semata hasil akhir seleksi, melainkan dampak kegaduhan yang dinilai meresahkan peserta lain.
Chiki Fawzi Akui Tidak Tes Seleksi Resmi Petugas Haji 2026, tapi Jalur Wamen!
Lebih lanjut, netizen itu membeberkan fakta bahwa Chiki Fawzi baru bergabung dalam rangkaian Bimtek menjelang akhir masa pelatihan. Padahal, keseluruhan diklat berlangsung sekitar 20 hari dan mencakup pembinaan fisik, mental, serta wawasan yang ketat.
“Chiki masuk sekitar enam hari sebelum penutupan. Sementara kami menjalani latihan fisik semi militer, bangun jam empat pagi, lari tujuh kilometer, apel pagi dan malam. Ini bukan pelatihan ringan,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung salah satu prinsip utama yang selalu ditekankan dalam pelatihan PPIH, yakni larangan bagi petugas untuk berniat menunaikan ibadah haji secara pribadi. Menurutnya, sejak awal panitia menegaskan bahwa tugas petugas adalah melayani jemaah sepenuhnya.
“Dari awal selalu diingatkan, petugas tidak boleh berniat berhaji. Ibadah kami adalah melayani. Kalau niatnya mau berhaji, lebih baik mundur sejak awal,” tegasnya.
Netizen tersebut turut membantah anggapan bahwa proses seleksi petugas dilakukan secara longgar. Ia mengklaim banyak peserta lain yang dipulangkan selama masa karantina karena tidak memenuhi standar kesehatan maupun administrasi.
“Ada yang ketahuan laporan kesehatannya palsu, ada yang punya penyakit berat, hamil, sampai jantung. Semua langsung dikeluarkan. Prosesnya ketat,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, ia menegaskan dirinya bukan buzzer dan tidak memiliki niat “nebeng haji”. Bahkan, ia mengaku telah menunaikan ibadah haji pada 2024 menggunakan visa amil hajj kuota Saudi dan kini juga telah terdaftar dalam antrean haji reguler.
Sementara itu, di tengah derasnya tudingan, Chiki Fawzi tetap menyuarakan pembelaan diri melalui Instagram. Ia menegaskan banyak fitnah yang menyerangnya, termasuk tuduhan berniat “nebeng haji” lewat jalur petugas.
Chiki menyebut keikutsertaannya sebagai calon petugas haji merupakan hasil penunjukan langsung dari Wakil Menteri Haji dan Umrah. Ia juga membantah tudingan tidak memahami fiqih petugas dan menegaskan niat utamanya murni untuk melayani jemaah.
“Kalau niat saya bukan melayani, nggak mungkin saya kuat dari Suriah dan West Bank langsung ditempa di barak diklat,” tulis Chiki.
Di akhir pernyataannya, Chiki memilih untuk tidak terus-menerus menanggapi tudingan yang beredar. Ia menilai klarifikasi berlebihan justru tidak akan menyelesaikan masalah.
“Biarkan fitnah dan prasangka buruk mereka memakan amal baiknya sendiri,” ujar Chiki Fawzi.
Editor: Muhammad Sukardi