Wakil Ketua Komisi III DPR Minta Pegawai KPK Tidak Lulus Tes ASN Jangan Diberhentikan
JAKARTA, iNews.id - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berintegritas dan memiliki reputasi baik, namun tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) diminta jangan diberhentikan. Mereka yang tidak lolos tes layak dipertimbangkan dan diprioritaskan menjadi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh mengatakan, langkah itu agar pegawai KPK yang memiliki reputasi baik dapat meneruskan pengabdiannya dan membantu KPK untuk memberantas korupsi di Indonesia.
"Saya berharap agar para pegawai KPK yang tidak lulus dan memiliki integritas dan reputasi cukup baik dan menonjol dalam pemberantasan korupsi tidak diberhentikan," ujar Khairul di Jakarta, Rabu (12/5/2021).
Dia menuturkan, proses beralihnya status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) telah diatur dalam UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK dan dijabarkan dalam PP Nomor 41 Tahun 2020.
Menurutnya, konsekuensi dari aturan tersebut, yaitu para pegawai KPK akan melalui berbagai tes sebelum menjadi ASN, salah satunya tes wawasan kebangsaan.
"TWK tersebut meliputi integritas dalam berbangsa dan bernegara serta kesetiaan terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan netralitas dan anti-radikalisme," ucapnya.
Sebelumnya, KPK menyebut sebanyak 75 pegawai tidak memenuhi syarat menjadi ASN, bukan dinonaktifkan namun diminta untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada atasannya langsung.
"Dapat kami jelaskan bahwa saat ini pegawai tersebut bukan nonaktif karena semua hak dan tanggung jawab kepegawaiannya masih tetap berlaku," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa (11/5/2021).
Editor: Kurnia Illahi