Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ayo Daftar Webinar Gratis MNC Sekuritas x BEI Jawa Tengah: Strategi Melihat Kondisi Pasar dan Valuasi Saham
Advertisement . Scroll to see content

Wakil Ketua Umum Kartini Perindo Berikan Tips Cegah Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual

Rabu, 22 Desember 2021 - 16:07:00 WIB
Wakil Ketua Umum Kartini Perindo Berikan Tips Cegah Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual
Wakil Ketua Umum Kartini Perindo Ratih Gunaevy ketika mengikuti Webinar Partai Perindo bertajuk, Darurat Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak, Rabu (22/12/2021). (Foto: Riezky Maulana).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ada beberapa tips atau cara yang bisa diberitahu kepada anak perempuan agar terhindar dari pelecehan maupun kekerasan seksual. Salah satunya dengan mengajarkan anak untuk menjadi sosok yang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Kartini Perindo Ratih Gunaevy ketika mengikuti Webinar Partai Perindo bertajuk, Darurat Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak, Rabu (22/12/2021).

"Sehingga anak kita itu tidak mudah di-bully oleh orang lain, memiliki daya tolak dan tidak mudah dirayu," ujar Ratih.

Dia menuturkan, sebisa mungkin para orang tua dapat mengajarkan tentang pendidikan seksualitas. Caranya, kata dia bisa dengan menunjukkan bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh oleh orang lain dan harus dilindungi.

"Kita tunjukkan bagian tubuh mana yang harus dilindungi dan tidak boleh disentuh," tuturnya.

Selain itu dia juga mengimbau kepada orang tua agar jangan pernah memaksa anak untuk memeluk dan mencium orang lain meski dengan saudara. Apalagi, lanjut dia jika anak itu tidak mau melakukan hal tersebut.

"Bersalaman saja sudah cukup, bukan berarti kita mengajarkan tidak hormat, tetapi hal ini penting untuk menumbuhkan penghargaan pada dirinya atas tubuhnya sendiri," ucapnya.

Menurutnya, para orang tua juga diminta mengajarkan anak menghormati orang lain dan didik bisa melakukan penolakan atas sesuatu hal yang dirasa jurang etis. 

"Karena terkadang anak-anak itu masih mudah diiming-imingi, dirayu. Misalnya anak itu titawari permen atau diajak beli mainan," katanya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut