Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Panggil Menhut hingga Kepala BMKG ke Istana, Antisipasi Karhutla Imbas El Nino
Advertisement . Scroll to see content

Wamendagri Ungkap Prabowo Dijadwalkan Hadiri Wisuda IPDN Besok

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:44:00 WIB
Wamendagri Ungkap Prabowo Dijadwalkan Hadiri Wisuda IPDN Besok
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto. (Foto: Riyan Rizki Roshali)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri wisuda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto menjelaskan pihaknya tengah mempersiapkan kedatangan Prabowo di Kampus IPDN.

“Ya, saat ini kami sedang mempersiapkan untuk kedatangan Bapak Presiden di Jatinangor untuk wisuda para praja ya,” kata Bima Arya di Istana Kepresidenan, Selasa (28/7/2026).

Dia menerangkan, saat ini Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berada di Kampus IPDN untuk memantau langsung persiapan kegiatan wisuda tersebut.

“Pak Menteri sendiri sekarang posisinya sedang di kampus IPDN mempersiapkan segala sesuatunya agar maksimal,” ujar dia.

Bima menambahkan, pihaknya tengah menunggu kepastian kehadiran Prabowo. Dia pun berharap tidak ada perubahan agenda.

“Kita masih menunggu kepastian, kita masih menunggu kepastian,” jelas dia.

Sebelumnya, Tito Karnavian berharap lulusan IPDN menjadi agen perubahan di tengah kehidupan Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia berharap para lulusan IPDN mampu menjadi teladan sekaligus mendorong terwujudnya birokrasi yang bersih, efektif, dan berintegritas di lingkungan ASN.

Hal tersebut disampaikan Mendagri saat memberikan pembekalan kepada Praja Utama Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan kuliah umum bagi calon wisudawan sebelum berkecimpung di dunia birokrasi sebagai aparatur negara.

"Bagaimana caranya membuat 6,5 juta ( ASN) ini semuanya bisa efisien. Paling enggak mayoritas. Perlu ada agent of change. Harus ada agen pembaruan yang bisa merubah mereka," katanya.

Tito menjelaskan, lulusan IPDN memiliki peran strategis untuk menjadi agen perubahan di lingkungan ASN. Dengan jumlah ASN yang mencapai sekitar 6,5 juta orang, dibutuhkan figur-figur yang mampu membawa perubahan positif dalam budaya kerja birokrasi.

Menurutnya, lulusan IPDN juga memiliki keunggulan dibandingkan perguruan tinggi lain. Selain dibekali kemampuan akademik di bidang pemerintahan, mereka juga ditempa melalui pendidikan karakter, kedisiplinan, integritas, serta pembinaan fisik dan mental sehingga diharapkan siap menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

"IPDN ini juga dilengkapi tidak hanya dengan kemampuan akademik, tapi juga kesehatan dan kesamaptaan fisik mereka dan juga mental ideologi. Artinya integritas yang dididik, disiplin, tepat waktu, dan lain-lain," ujarnya.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan IPDN merupakan salah satu lembaga pendidikan kedinasan yang secara khusus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang pemerintahan. Selama empat tahun masa pendidikan, para praja dibekali ilmu pemerintahan sebagai bekal untuk menjalankan tugas-tugas birokrasi.

Karena itu, dia mendorong para calon wisudawan agar menjadi ASN yang bekerja secara efektif dan efisien. Peningkatan kualitas kinerja aparatur, kata dia, menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut