Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Respons Survei RI Negara Paling Bahagia: Mengharukan Sekaligus Menyedihkan
Advertisement . Scroll to see content

Wapres Sebut Ketahanan Pangan Indonesia Hanya 21 Hari Tanpa Suplai, AS 1.068 Hari

Selasa, 22 Maret 2022 - 16:52:00 WIB
Wapres Sebut Ketahanan Pangan Indonesia Hanya 21 Hari Tanpa Suplai, AS 1.068 Hari
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan kemampuan bertahan cadangan pangan Indonesia saat ini hanya sekitar 21 hari. (Foto: MPI/Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan kemampuan bertahan cadangan pangan Indonesia saat ini hanya sekitar 21 hari. Oleh sebab itu, Wapres mengatakan pemerintah saat ini fokus memperkuat ketahanan pangan.

Hal itu disampaikan Wapres dalam sambutannya pada acara digitalisasi pertanian di pondok pesantren yang diselenggarakan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/3/2022).

“Kilas balik data ketahanan pangan menyebutkan bahwa kemampuan bertahan cadangan pangan Indonesia pada tahun 2020 hanya sekitar 21 hari. Jadi sebenarnya kita cuma bisa mampu bertahan 21 hari kalau tidak ada suplai,” ucapnya.

Wapres mengatakan angka tersebut dikalkulasi dari 1,7 juta ton cadangan besar untuk 271 juta penduduk. Jumlah itu menurutnya hanya sedikit berbeda dari Vietnam.

“Hanya sedikit berbeda dengan Vietnam yang ketahanan pangannya 23 hari,” katanya.

Bahkan, Wapres mengatakan Indonesia terpaut agak jauh dibanding dengan Thailand yang memiliki ketahanan pangan hingga 143 hari. 

“Ini main hari semua ini. India 151 hari, dan China itu lama 681 hari, Amerika Serikat (AS) 1.068 hari. Ini data dari Departemen pangan Amerika Serikat,” tuturnya.

Oleh karena itu, Wapres menegaskan pemerintah sangat serius menggarap urusan pangan termasuk mengalokasikan sekitar 76,9 triliun pada tahun 2022 ini untuk memperkuat ketahanan pangan. Mulai dari peningkatan keterjangkauan dan ketercukupan produktivitas dan pendapatan petani atau nelayan diversifikasi pangan, perbaikan iklim usaha serta daya saing hingga penguatan sistem pangan berkelanjutan.

Di samping itu, Wapres juga mengungkapkan sektor pertanian sangat penting kontribusinya yang konsisten terhadap pertumbuhan ekonomi. 

“Terutama selama pademi,” katanya.

Selain itu, Badan Pusat Statistik telah merilis data ekonomi Indonesia yang tercatat tumbuh sebesar 3,69 persen pada tahun 2021 dibanding dengan 2020. 

“Walaupun kontribusi pertanian terhadap PDB ini cukup besar tapi sektor ini masih menanggung beban cukup berat terutama akibat besarnya jumlah tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja pertanian itu besar,” kata Wapres.

Wapres juga mengungkapkan hampir separuh rumah tangga miskin di Indonesia bergantung pada sektor pertanian. 

“Makanya benar kata Pak Teten Masduki(Menteri Koperasi dan UKM), ngurusin ini, ini pahalanya gede, banyak orang miskinnya. Berdasarkan sumber penghasilan utama jumlahnya sekitar 46,3 persen rumah tangga pada 2020 ini menurut juga data dari BPS,” tuturnya.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut