Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 1 Syawal Idulfitri 20 atau 21 Maret 2026? Simak Prediksi Hilal dari BMKG
Advertisement . Scroll to see content

Warga Jabodetabek Diminta Waspada Dampak La Nina

Jumat, 23 Oktober 2020 - 22:25:00 WIB
Warga Jabodetabek Diminta Waspada Dampak La Nina
Hujan lebat di Tangsel, Banten. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau sejumlah pemerintah daerah, stakeholder serta masyarakat untuk mewaspadai dampak La Nina. Termasuk masyarakat di Jabodetabek.

Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan pengaruh La Nina tidak seragam di setiap daerah tergantung pada bulan, lokasi, dan intensitas La Nina berdasarkan catatan historis data hujan Indonesia. Jabodetabek termasuk wilayah yang mengalami musim hujan lebih cepat karena dampak La Nina.

"Wilayah-wilayah yang akan mengalami musim hujan lebih awal yaitu di sebagian wilayah Sumatera dan Sulawesi serta sebagian kecil Jawa termasuk Jabodetabek, Kalimantan, NTB, dan NTT," ujar Hary di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Hary menjelaskan sejumlah daerah perlu waspada dan mengantisipasi secara dini dampak La Nina berupa hujan di atas normal. Daerah yang dimaksud yaitu Sumatera, Jawa termasuk Jabodetabek serta sebagian kecil Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.

"Menghadapi Puncak Musim Hujan 2020/2021 di bulan Januari dan Februari 2021, perlu diwaspadai wilayah yang rentan bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, longsor, dan banjir bandang," ucapnya.

Apa yang Harus Dilakukan?

Dia pun menyampaikan sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi secara dini dampak La Nina. Seperti optimalisasi tata kelola air secara terintegrasi dari hulu hingga hilir; danau; embung; sungai; dan kanal untuk mengantisipasi debit air berlebih.

Hary menjelaskan monitor perkembangan cuaca tujuh hari ke depansetiap tiga sampai enam jam per hari di seluruh kecamatan di Indonesia bisa dilakukan melalui aplikasi Mobile Phone Info BMKG.

"Optimalisasi sektor pertanian terutama lahan tadah hujan, re-wetting lahan gambut, dan sektor energi berbasis PLTA. Melalui itu pemerintah daerah dan masyarakat bisa lebih optimal menyimpan air pada musim hujan ini untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya melalui gerakan memanen air hujan," ujar Hary.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut