Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perang AS-Israel Vs Iran Memanas, Prabowo: Kita Harus Siap Hadapi Kesulitan!
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak menampik wacana untuk mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Joko Widodo-Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga menilai, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik, termasuk menduetkan Jokowi dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Meski keduanya sempat bertarung di Pilpres 2014, namun politik itu cair. Setelah duel, keduanya bisa berduet.

"Politic is out of posibility. Tida ada yang tidak mungkin dalam politik. Intinya semua politik adalah menuju kemenangan berkuasa dan kepentingan untuk rakyat," kata Eriko dalam Diskusi Polemik Radio MNC Trijaya FM di Cikini, Jakarta, Sabtu (3/3/2018).

Menurut dia, keinginan publik menduetkan Ketua Umum Partai Gerindra itu dengan Jokowi sangat kuat. Kendati demikian, Prabowo masih memiliki sekutu politik seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dapat menjadi kendaraannya sebagai capres di Pilpres 2019.

Eriko mengakui, kemungkinan untuk menduetkan Jokowi dan Prabowo memang relatif kecil. Tapi, menurut dia, potensi bersatunya Jokowi dan Prabowo masih dapat terjadi bila melihat peta politik Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 yang berlangsung hampir bersamaan.

"Apa juga yang memberikan nilai plus kepada partai kalau dia tidak memberikan figurnya untuk maju menjadi capres maupun cawapres?" tandasnya.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman menegaskan sikap partainya tidak akan berkoalisi dengan parpol pendukung Jokowi menghadapi Pilpres 2019. Menurut Sohibul Iman, tidak elok jika semua parpol merapat ke Jokowi.

PKS, kata dia, perlu menjaga keseimbangan dalam sistem demokrasi sehingga tidak mudah mengalihkan dukungan sebagai partai pendukung pemerintah. Selain itu, Sohibul mengatakan, jika semua partai merapat ke Jokowi maka saat pilpres nanti, Jokowi akan melawan kotak kosong.

Di akun Twitter @msi_sohibuliman, Sohibul menulis: Kita hrs terus ikhtiar agar ada calon diluar pak Jokowi. Jk lawan beliau itu kotak kosong tdk sehat bg demokrasi. Apalagi jk yg tdk ingin beliau 2 periode terkonsolidasi sampai 50%+1, jd catatan buruk dimana presiden inkumben kalah o/ kotak kosong. Kita hrs jaga marwah presiden.

Editor: Azhar Azis

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut