Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Breaking News: Gempa M6,8 Guncang Tahuna Sulut
Advertisement . Scroll to see content

Waspada, Daerah Ini Diprediksi Masuki Puncak Musim Hujan 

Rabu, 09 Desember 2020 - 07:03:00 WIB
Waspada, Daerah Ini Diprediksi Masuki Puncak Musim Hujan 
Ilustrasi hujan disertai petir. (foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -BMKG melaporkan hasil pemantauan perkembangan musim di berbagai wilayah di Indonesia. Pemantauan itu dilakukan hingga akhir November 2020. 

Deputi Bidang Klimatologi, BMKG Herizal mengungkapkan, berdasarkan pemantauan sebanyak 61 persen daerah di wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.

"Seperti di sebagian besar Aceh, Sumatera Utara, sebagian besar Riau, Sumatera Barat, Jambi, Jakarta, sebagian besar Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, sebagian Jawa Timur, sebagian besar Bali, sebagian NTB, Flores bagian utara, Kalimantan," kata Herizal dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/12/2020). 

"Kemudian sebagian Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan bagian barat, Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat, dan Papua bagian utara," tambahnya.

Sementara itu kata dia, anomali iklim la nina terpantau masih berlangsung di Samudera Pasifik dengan intensitas level "moderat". 

Berdasarkan suhu muka laut Samudera Pasifik bagian tengah daerah Nino 3.4 menunjukkan anomali sebesar -1.4°C,  dengan demikian Intensitas La Nina moderat yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada periode Januari-Maret 2021, dan kemudian akan melemah pada bulan Mei 2021.

"Musim hujan di sebagian besar wilayah di Indonesia diprediksikan akan berlangsung hingga bulan April 2021," ungkapnya.

Herizal mengatakan, peningkatan kewaspadaan harus dilakukan khususnya pada daerah-daerah yang diprediksi akan mendapatkan akumulasi curah hujan dengan kriteria tinggi hingga sangat tinggi pada bulan Desember 2020-Januari 2021. 

Potensi tersebut berpeluang terjadi di pesisir barat Sumatera, sebagian besar pulau Jawa, Bali, sebagian NTB, sebagian NTT, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan Papua.

Adapun puncak musim hujan diprediksikan untuk sebagian besar wilayah akan terjadi pada bulan Januari-Februari 2021 yang umumnya bertepatan dengan puncak Monsun Asia.

"Dengan latar belakang anomali iklim La Nina, meningkatnya aktivitas Monsoon Asia pada bulan Desember ini juga dapat juga disertai oleh beberapa fenomena atmosfer khusus lainnya seperti cold surge (seruakan dingin Asia). Gelombang atmosfer ekuator (MJO), dan pertemuan massa udara antar tropis (Inter Tropical Convergence Zona - ITCZ)," ungkapnya.

"Fenomena-fenomena tersebut telah diketahui dapat terjadi secara bersamaan maupun sendiri-sendiri, dan mampu memicu curah hujan ekstrem yang berdampak signifikan, diprediksi dapat terjadi dalam periode minggu terakhir Desember 2020-Januari 2021," sambung Herizal.

Karena itu kata dia, BMKG menghimbau pihak-pihak terkait di pemerintah pusat dan pemerintah daerah atau masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi mendapatkan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi agar waspada.

"Dengan ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan banjir bandang, serta diminta terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BMKG," katanya.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut