Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Ramal Hujan Meluas Mulai November 2026, Wilayah Ini Diprediksi Diguyur Lebat
Advertisement . Scroll to see content

Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter pada 17-20 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:34:00 WIB
Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter pada 17-20 Oktober 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak
Ilustrasi gelombang tinggi di wilayah Indonesia. (foto: Pixabay)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 17-20 Oktober 2026. Kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi nelayan dan pengguna transportasi laut.

BMKG melaporkan pola angin di wilayah utara ekuator Indonesia umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 6-25 knot. Sementara itu, angin di wilayah selatan ekuator juga bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

“Kecepatan tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia barat Kep. Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah, Selat Karimata, Laut Jawa bagian selatan, Selat Makassar bagian selatan dan tengah, dan Laut Arafuru,” tulis BMKG dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/10/2026).

Pola angin tersebut berpotensi memicu gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di sejumlah perairan. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Selat Karimata bagian utara dan selatan, serta Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur.

Potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga terdapat di Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian selatan dan tengah, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua, serta Laut Arafuru bagian timur dan tengah.

Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, yakni 2,5-4 meter, berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Bengkulu, dan Lampung. Ancaman serupa juga diprakirakan muncul di Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Nelayan dan pelaku transportasi laut diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas.

BMKG mencatat sejumlah moda transportasi laut berisiko terdampak gelombang tinggi berdasarkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang, dengan rincian sebagai berikut:

Perahu nelayan: berisiko saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Kapal tongkang: berisiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Kapal feri: berisiko saat kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

BMKG juga meminta masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan gelombang tinggi.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” imbau BMKG.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut