Webinar Partai Perindo, Mahasiswi Sebut Capres Tak Cukup Kampanye lewat Media Sosial
JAKARTA, iNews.id - Kaum milenial menyebut Calon Presiden (Capres) tidak cukup berkampanye hanya lewat media. Capres perlu terjun langsung ke masyarakat.
"Saya kira tidak cukup lewat media sosial, tapi jika kita lihat situasi pandemi, mungkin pendekatan melalui media sosial menjadi alternatif," ujar Resita Natsha Putri mewakili milenial dalam webinar Partai Perindo bertajuk "Capres Versi Milenial", Jumat (18/2/2022).
Resita mengatakan, lebih memilih Capres yang mampu mengembangkan teknologi dan ekonomi.
"Sebagai generasi milenial, untuk ke depan adalah pemimpin yang bisa mengembangkan Indonesia dari segi teknologi, ekonomi maupun masyarakat itu sendiri," ujar Resita.
"Tentunya yang saya inginkan yaitu Presiden yang dekat dengan warganya, Presiden yang mendengarkan aspirasi dari warganya," imbuh dia.
Sementara itu, pakar komunikasi Yuliandre Darwis mengatakan, kaum milenial dan Gen-Z cenderung memilih tokoh yang paham teknologi, karena peran media sosial yang terus bergerak cepat.
"Mereka cenderung memilih Presiden yang up to date, dalam artian melek teknologi dan bisa memahami masalah yang ada di sekitar," ujar Yuliandre.
Melalui webinar ini, Partai Perindo sebagai partai modern dan inklusif yang dekat dengan kalangan muda akan memberikan pendidikan politik kepada generasi milenial dan Gen Z untuk berperan aktif pada Pemilu 2024, sekaligus memilih calon presiden potensial yang menyuarakan suara anak muda.
Editor: Faieq Hidayat