Wisata Alam di Zona Hijau Segera Dibuka, Ini yang Harus Disiapkan Pengelola

Felldy Utama ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 03:04 WIB
Wisata Alam di Zona Hijau Segera Dibuka, Ini yang Harus Disiapkan Pengelola

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyebut tempat wisata alam dan konservasi di zona hijau segera dibuka secara bertahap. Persiapan akan dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat secara terukur dengan memperhatikan regulasi menuju masyarakat produktif dan sehat dari covid-19.

Ketua Gugus Tugas, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan saat ini ada 270 kabupaten kota zona hijau dan kuning yang bisa membuka tempat wisata alam secara bertahap dengan berkoordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah. Menurutnya ada sejumlah hal yang harus diterapkan saat membuka kembali tempat-tempat wisata alam.

"Pertama batas pengunjung 50 persen dari kapasitas normal," katanya di Graha BNPB, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Selanjutnya pemerintah diharapkan melibatkan pihak lain dalam proses musyawarah pembukaan lokasi wisata. Antara lain pengelola kawasan pariwisata alam, Ikatan Dokter Indonesia di daerah, pakar epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat, pakar ekonomi kerakyatan, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, tokoh pers, penggiat konservasi, komunitas, dan dunia usaha khususnya pelaku industri pariwisata serta DPRD.

Kemudian keputusan pembukaan harus melalui langkah prakondisi yaitu edukasi, sosialisasi, dan simulasi sesuai karakter lokasi wisata serta masyarakat di wilayah masing-masing. Selain itu pengelola wajib menyiapkan protokol kesehatan dan manajemen krisis hingga tingkat operasional di kawasan wisata serta melakukan monitoring evaluasi selama prakondisi dan praevaluasi.

"Jika syarat-syarat tersebut sudah terpenuhi, kami meminta pemerintah daerah memberikan rekomendasi pembukaan lokasi wisata alam. Jika di kemudian hari ada pelanggaran maka bisa dilakukan pengetatan dan penutupan kembali," ucapnya.

Editor : Rizal Bomantama