Yasonna Laoly Dikritik karena Sebut Anak Tanjung Priok Miskin dan Kriminal

Kiswondari ยท Jumat, 17 Januari 2020 - 10:14 WIB
Yasonna Laoly Dikritik karena Sebut Anak Tanjung Priok Miskin dan Kriminal

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Pernyataan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly, yang mengidentikkan anak-anak Tanjung Priok dengan perbuatan kriminal, menuai kritik. Sebagai legislator asal Tanjung Priok, Jakarta Utara, politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni mengingatkan agar Yasonna lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan, terutama karena sang menteri adalah sosok pejabat publik.

“Pak Yasonna harus lebih bijak dalam menyampaikan statement, karena beliau ini kan menkumham. Pernyataan seperti ini kurang cakap muncul dari seorang menkumham. Memang benar banyak kriminal muncul dari wilayah yang miskin, namun beliau tidak boleh generalisasi. Tidak semua anak Tanjung Priok seperti itu,” ungkap Sahroni dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Wakil ketua Komisi III DPR itu mencontohkan, dia adalah anak asli Tanjung Priok yang tumbuh besar di lingkungan yang keras. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak lantas membuatnya terjerumus ke hal-hal negatif. “Saya berasal asli dari Tanjung Priok, lahir dan besar di sini dengan kawasan daerah preman, namun hal ini bukan berarti saya preman,” ujarnya.

Dia menegaskan, perilaku masyarakat tidak bisa digeneralisasi berdasarkan daerah asal mereka. Baik tidaknya seseorang, kembali lagi kepada individu masing-masing.

Sebelummya, dalam kunjungannya ke Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (16/1/2020), Menkumham Yasonna Laoly menyebut kemiskinan adalah sumber tindakan kriminal. Dalam sambutannya itu, Yasonna mencontohkan bahwa anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan Menteng yang terkenal sebagai kawasan elite, akan tumbuh besar dengan cara berbeda.

“Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak. Tapi, coba pergi ke Tanjung Priok, di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan,” ucap Yasonna.


Editor : Ahmad Islamy Jamil