Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mabes Polri Buka Suara soal Isu Penangkapan Sejumlah Jenderal: Ditunggu Ya!
Advertisement . Scroll to see content

Yusril Buka Suara soal Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal Polri terkait Isu Penyadapan   

Selasa, 03 November 2026 - 18:28:00 WIB
Yusril Buka Suara soal Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal Polri terkait Isu Penyadapan   
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra buka suara terkait kabar penangkapan sejumlah jenderal Polri yang dikaitkan dengan isu penyadapan. (Foto: IMG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra buka suara terkait kabar penangkapan sejumlah jenderal Polri yang beredar di media sosial. Kabar tersebut dikaitkan dengan isu penyadapan.

Yusril mengaku belum mengetahui kebenaran informasi yang ramai dibicarakan tersebut. Dia menegaskan belum menerima konfirmasi resmi mengenai kabar pengamanan sejumlah jenderal polisi dan meminta masyarakat menunggu penjelasan dari pihak yang berwenang.

"Saya belum dapat menjelaskan apa-apa karena itu memang rumor yang berkembang di berbagai media sosial. Tapi sampai saat ini saya belum mendapatkan konfirmasi kebenaran atas rumor yang berkembang itu," kata Yusril kepada wartawan saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Tanah Abang, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Dia meminta masyarakat bersabar menunggu keterangan dari pejabat pemerintah yang berkompeten mengenai kabar tersebut.

"Mohon bersabar, barangkali nanti ada pihak yang berkompeten di kalangan pemerintah untuk menjawab dan menjelaskan persoalan ini," ujarnya.

Yusril juga mengaku belum mengetahui kebenaran kabar yang mengaitkan isu penyadapan tersebut dengan percakapan antara Presiden dan Kapolri. Dia kembali menegaskan masih menunggu penjelasan resmi dari pejabat yang memiliki otoritas.

"Saya juga belum tahu apa yang terjadi. Jadi nanti kita akan tunggu saja. Barangkali nanti akan ada penjelasan resmi soal itu dari pejabat yang memang punya otoritas untuk menjelaskannya," tuturnya.

Dia mengatakan, informasi yang diterimanya sejauh ini tidak berbeda dengan kabar yang beredar di masyarakat. Yusril mengaku hanya mengetahui isu tersebut dari media sosial.

"Saya pun sama seperti Anda, mendengar kabar itu, membaca juga di media sosial. Belum dapat memastikan apa-apa tentang apa yang sebetulnya terjadi," katanya.

Saat ditanya apakah sudah ada penjelasan dari Mabes Polri mengenai pihak-pihak yang dikabarkan diamankan, Yusril kembali mengatakan belum mengetahuinya.

"Belum, belum. Entahlah kalau sudah ada sekarang. Karena saya ada di dalam 21 jam, tidak ikuti perkembangan," ucapnya.

Yusril juga memastikan belum ada komunikasi dari Presiden kepada Kementerian Koordinator Kumham Imipas untuk mendalami isu tersebut.

"Belum, sama sekali," katanya.

Sebelumnya, beredar kabar mengenai penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri yang dikaitkan dengan isu penyadapan percakapan Presiden dan Kapolri. Bahkan, salah satu sosok yang dikabarkan diamankan disebut-sebut merupakan jenderal polisi berbintang empat.

Menanggapi kabar tersebut, Mabes Polri menjadwalkan konferensi pers untuk menyampaikan keterangan lebih lanjut pada Selasa (3/11/2026) sore.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir meminta masyarakat menunggu penjelasan resmi dari kepolisian saat dikonfirmasi mengenai kabar penangkapan sejumlah jenderal Polri.

"Nanti ya, ditunggu ya," kata Isir saat ditemui di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

Meski demikian, Isir belum memastikan waktu pelaksanaan konferensi pers tersebut. Sebelumnya, Isir menghadiri acara yang juga dihadiri Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto di lokasi yang sama. Namun, Suyudi belum memberikan keterangan mengenai kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri tersebut.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut