Zulkifli Hasan Mengaku Sayang dan Jatuh Cinta kepada Ridwan Kamil, Alasannya Ini
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan blak-blakan memberikan pujian terhadap Ridwan Kamil. Dia bahkan mengaku sayang kepada Gubernur Jawa Barat (Jabar) itu sebagai seorang sahabat.
"Gubernur Jawa Barat, sahabat saya Ridwan Kamil," kata Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, saat pidato kebudayaan 'Indonesia Butuh Islam Tengah' di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (29/1/2022).
Zulhas mengungkapkan dirinya memang punya kedekatan dengan Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil. Dia sayang kepada Ridwan Kamil dan terpesona kepadanya ketika berbicara.
"Ya memang saya deket, saya sayang sama Pak Ridwan Kamil. Apalagi kalau udah ngomong. Kalau Pak Ridwan Kamil ngomong, saya jatuh cinta bener deh," ujarnya.
Sementara itu, Ridwan Kamil juga mengakui kedekatannya dengan Zulhas yang telah dianggapnya sahabat. Keduanya sering berkomunikasi.
"Karena sering komunikasi kalau baru sekali namanya kamu, kedua temen, ketiga namanya sahabat. Saya dengan Bang Zul ketemu lebih dari itu," tuturnya.
Sebelumnya dalam pidato kebudayaan, Zulhas menyebut masuknya Islam ke Nusantara menghapuskan perbudakan dan perbedaan kasta.
"Masuknya Islam ke Nusantara telah ikut serta menghapuskan perbudakan dan perbedaan kasta antarmanusia," ucapnya.
Zulhas mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW pun sudah menyerukan kesetaraan, penghentian perbudakan dan lain sebagainya.
"Nabi Muhammad SAW sudah menyuarakan tentang kesetaraan manusia, penghentian perbudakan, keadilan gender, hingga penghargaan pada hak-hak asasi manusia," katanya.
Acara Zulhas Award tersebut juga turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Gubernur Jambi Al Haris.
Kemudian, Ketua Majelis Pertimbangan PAN Hatta Rajasa, Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Soetrisno Bachir, Mantan Anggota DPR Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, Wali Kota Bogor Bima Arya dan lainnya.
Editor: Maria Christina