Zulkifli Hasan Sebut Sandiaga Uno Wapres Tertunda karena Masih Muda
KENDARI, iNews.id - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan memberikan sambutan meriah kepada Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno. Sambutan itu diberikan karena boleh dibilang Sandi satu-satunya tamu undangan dari parpol yang menghadiri Kongres V PAN.
Zulkifli menyebut mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu sebagai wakil presiden (wapres) yang tertunda. "Wapres kita Sandiaga Uno. Beri tepuk tangan yang meriah, wapres kita kemarin. Mudah-mudahan wapres yang tertunda karena masih muda," ujarnya saat membuka Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2/2020) malam.
Sebelum memberikan sambutan yang meriah kepada Sandi, Zulkifli menyapa satu-satu penantangnya di kursi ketua umum PAN periode 2020-2025. Dia menyebut semua calon ketua umum (caketum) PAN, sementara nama Mulfachri Harahap tidak.
"Calon ketua umum PAN sahabat saya saudara Asman Abnur, Mas Dradjad Wibowo, sahabat kita, sahabat saya juga," kata wakil ketua MPR ini.
Zulkifli juga menyapa satu per satu tokoh PAN yang hadir mulai dari Sutrisno Bachir hingga Hatta Rajasa. PAN, menurut dia, lahir di tengah-tengah perjuangan reformasi 1998 dengan tokoh utamanya Amien Rais untuk meluruskan cita-cita Indonesia merdeka.
Zulkifli menuturkan, cita-cita PAN yaitu merdeka, bersatu, berdaulat karena dengan berdaulat, Indonesia bisa berlaku adil. "Dengan berlaku adil maka Indonesia bisa setara. Kesetaraan, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia itu adalah cita-cita PAN yang dilahirkan Pak Amien Rais dan kawan-kawan pada waktu itu," katanya.
Dalam pembukaan Kongres Ke-V PAN di lapangan MTQ, Kendari itu, Wakil Ketua Umum DPP PAN Mulfachri Harahap dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tidak hadir.
PAN menggelar Kongres Ke-V pada 10-12 Februari 2020 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Banyak agenda yang akan dibahas, salah satunya pemilihan Ketua Umum DPP PAN periode 2020-2025.
Ada empat kandidat yang akan ikut kontestasi pemilihan caketum PAN 2020-2025 yaitu Zulkifli Hasan, Mulfachri Harahap, Asman Abnur, dan Dradjad Hari Wibowo.
Editor: Djibril Muhammad