Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wiper Mobil Tiba-Tiba Nyala Sendiri, Jangan Takut! Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

7 Kerusakan Wiper Mobil Perlu Diwaspadai, Jangan Abai Bisa Picu Kecelakaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:28:00 WIB
7 Kerusakan Wiper Mobil Perlu Diwaspadai, Jangan Abai Bisa Picu Kecelakaan
Jangan anggap sepele, wiper yang tidak bekerja optimal dapat mengurangi visibilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan. (Foto: Dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kerusakan wiper mobil kerap dianggap sepele, mulai dari karet yang meninggalkan garis pada kaca hingga motor penggerak yang tidak berfungsi. Padahal, komponen ini berperan penting menjaga pandangan pengemudi tetap jelas, terutama saat berkendara di tengah hujan.

Wiper yang tidak bekerja optimal dapat mengurangi visibilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Sebab itu, pengemudi perlu mengenali tanda-tanda kerusakan sejak dini serta melakukan perawatan secara berkala.

Seiring usia kendaraan dan intensitas pemakaian, wiper dapat mengalami berbagai masalah. Dilansir dari laman Suzuki berikut tujuh masalah yang perlu diperhatikan.

1. Karet Wiper Robek atau Retak

Karet wiper menjadi salah satu bagian yang paling rentan mengalami kerusakan. Paparan sinar ultraviolet, perubahan suhu, dan usia pemakaian dapat membuat karet mengeras, kehilangan elastisitas, hingga retak atau robek.

Kerusakan ini biasanya ditandai dengan munculnya garis-garis air atau bekas sapuan pada kaca depan. Akibatnya, pandangan pengemudi menjadi kurang jelas, terutama ketika hujan turun.

2. Wiper Tidak Bergerak

Wiper yang tidak bergerak sama sekali saat diaktifkan dapat menandakan adanya gangguan pada sistem kelistrikan atau mekanisme penggeraknya.

Penyebabnya bisa berupa motor listrik yang rusak, sekring putus, atau masalah pada sambungan mekanis dan lengan wiper. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui sumber kerusakan sebelum komponen diganti.

3. Gerakan Wiper Melambat

Pergerakan wiper yang lebih lambat dari biasanya atau tersendat-sendat juga perlu diwaspadai. Kondisi ini dapat disebabkan penumpukan debu dan kotoran pada mekanisme penggerak, gangguan pada sambungan, atau masalah pada motor listrik.

Kotoran yang menumpuk dapat meningkatkan gesekan pada bagian yang bergerak sehingga motor harus bekerja lebih keras. Jika dibiarkan, kinerja wiper akan menurun dan kaca depan tidak dapat dibersihkan secara optimal.

Saat hujan deras, sapuan yang lambat membuat air lebih lama menutupi kaca. Kondisi tersebut dapat mengganggu konsentrasi pengemudi dan memperlambat respons terhadap situasi di jalan.

4. Sekring Wiper Putus

Sekring berfungsi melindungi sistem kelistrikan mobil dari arus berlebih. Ketika terjadi korsleting atau gangguan kelistrikan, sekring dapat putus untuk mencegah kerusakan pada komponen lain.

Sekring yang putus bisa menyebabkan wiper tidak berfungsi. Penggantian harus menggunakan sekring dengan spesifikasi sesuai rekomendasi pabrikan. Jika sekring kembali putus, sistem kelistrikan perlu diperiksa untuk menemukan penyebabnya.

5. Dinamo Wiper Terbakar

Kerusakan pada motor atau dinamo wiper dapat membuat seluruh mekanisme penyapu kaca berhenti bekerja. Salah satu penyebabnya adalah korsleting pada kumparan motor yang memicu panas berlebihan.

Selain itu, beban kerja yang terlalu berat atau mekanisme yang macet juga dapat meningkatkan risiko kerusakan motor. Jika dinamo terbakar, perbaikan atau penggantian komponen perlu dilakukan oleh teknisi yang kompeten.

6. Semburan Air Washer Lemah

Selain wiper, sistem penyemprot air atau washer juga perlu mendapat perhatian. Semburan air yang lemah atau tidak mengarah ke kaca depan dapat disebabkan lubang nozzle tersumbat kotoran, selang bermasalah, atau pompa washer yang tidak bekerja optimal.

Akibatnya, kotoran dan noda pada kaca sulit dibersihkan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu pandangan pengemudi ketika berkendara.

7. Wiper Bergerak Seret dan Berisik

Wiper yang bergerak tersendat, terasa berat, atau mengeluarkan bunyi berdecit dapat menandakan adanya kotoran pada karet maupun permukaan kaca. Lapisan minyak pada kaca juga dapat mengganggu proses penyapuan air.

Gesekan berlebih membuat kinerja wiper tidak optimal dan berpotensi meninggalkan goresan pada kaca. Karena itu, karet wiper dan permukaan kaca perlu dibersihkan secara berkala.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut