Ada 27,3 Juta Mobil Beredar, ZF Nilai Pasar Aftermarket di Indonesia Potensial
JAKARTA, iNews.id – Besarnya populasi kendaraan yang beredar di Indonesia menjadi daya tarik bagi pelaku industri suku cadang otomotif global. Jumlah kendaraan yang beredar lebih 27,3 juta unit, pasar aftermarket nasional dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan sangat besar.
Melihat potensi tersebut, ZF Group memperkuat ekspansi bisnisnya di Indonesia melalui penandatanganan kerja sama dengan PT Mitra Kencana Nusantara (MKN) sebagai distributor tunggal produk aftermarket TRW di Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi ZF setelah mengakuisisi TRW ASEAN pada 2022. Perusahaan membidik pasar Independent Aftermarket (PC IAM) Indonesia yang terus berkembang seiring meningkatnya jumlah kendaraan yang memasuki usia di luar masa garansi.

Vice President of ZF Aftermarket and Head of Asia Pacific, Teoh Chee How menilai Indonesia menjadi salah satu prioritas utama ZF di kawasan Asia Pasifik. Dari total 27,3 juta kendaraan yang beroperasi di Indonesia, sekitar 20,9 juta di antaranya merupakan kendaraan penumpang.
"Kami melihat Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk aftermarket seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan di Indonesia," ujarnya saat peluncuran TRW di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Country Head of ZF Aftermarket Indonesia, Benny Liem mengatakan, kerja sama dengan MKN karena perusahaan tersebut memiliki jaringan distribusi luas hingga seluruh provinsi di Indonesia.
"Tujuan utama dari MoU ini adalah membangun sinergi kuat untuk mendominasi pasar domestik dan memaksimalkan waktu jalan kendaraan (mobility uptime) konsumen. Kami memilih MKN karena rekam jejak dan jaringan distribusi regionalnya yang sangat kuat," katanya.
Di Indonesia ZF mengembangkan tiga produk TRW, yakni kampas rem (brake pad), cakram rem (brake disc), dan shock absorber. Seluruh produk diklaim dirancang dengan standar keselamatan global dan telah melalui pengujian untuk menyesuaikan karakteristik jalan di Indonesia.
Menurut Benny, produk TRW dikembangkan berdasarkan standar Original Equipment (OE) sehingga memiliki kualitas setara komponen bawaan pabrik.
"Produk kami tidak dibuat secara generik, melainkan melalui proses pengujian ekstrem dan telah divalidasi spesifik agar cocok dengan 92 persen populasi mobil pabrikan Jepang di Indonesia, disesuaikan dengan beban kerja jalanan tropis dan bergelombang," katanya.
ZF menargetkan cakupan produk untuk mobil Jepang meningkat dari sekitar 80 persen saat ini menjadi lebih dari 90 persen pada 2027. Target tersebut akan didukung perluasan distribusi melalui jaringan MKN agar produk TRW tersedia merata dari Sabang hingga Merauke.
CEO PT MKN, Sutjipto Kalam optimistis kerja sama ini akan memperkuat posisi kedua perusahaan di pasar aftermarket nasional. Menurutnya, jaringan distribusi siap mengakomodasi peningkatan permintaan produk TRW dalam beberapa tahun mendatang.
"Kami optimis bisa tumbuh dan mendominasi pasar. Tugas kami adalah memastikan produk berkualitas tinggi benar-benar bisa diakses dengan mudah oleh konsumen," ujarnya.
ZF sendiri mengembangkan produk aftermarket diproduksi di Indonesia dan sejumlah negara. Mereka saat ini tengah mengembangkan produk aftermarket untuk mobil China yang saat ini populasi terus meningkat.
Editor: Dani M Dahwilani