Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekspansi di Indonesia, Motul Bidik 147 Distributor pada 2026
Advertisement . Scroll to see content

Ada 3 Jenis Pelumas Full Synthetic, Semi Synthetic dan Mineral, Intip Perbedaannya

Kamis, 23 Oktober 2025 - 17:21:00 WIB
Ada 3 Jenis Pelumas Full Synthetic, Semi Synthetic dan Mineral, Intip Perbedaannya
Saat ini, ada tiga jenis pelumas di pasaran, yaitu mineral, synthetic dan full synthetic. Apa perbedaannya? (Foto: Dok/Ilustrasi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pelumas dan mesin tidak terpisahkan. Teknologi pelumas dipengaruhi perkembangan dan kebutuhan mesin kendaraan.

Saat ini, ada tiga jenis pelumas kendaraan di pasaran, yaitu mineral, semi synthetic dan full synthetic. Apa perbedaannya?

Pelumas mineral merupakan oli hasil penyulingan langsung dari minyak bumi dan belum dimodifikasi secara kimia secara ekstensif.  Sementara pelumsa semi synthetic, campuran antara oli mineral (berasal dari minyak bumi) dan oli sintetis. Oli jenis ini menawarkan performa lebih baik dari oli mineral dengan harga lebih terjangkau. 

Adapun pelumas full synthetic dibuat sepenuhnya dari bahan kimia sintetis hasil rekayasa canggih, memiliki molekul yang seragam dan bersih, serta menawarkan performa superior dalam kondisi ekstrem, stabilitas suhu tinggi dan rendah, dan daya tahan lebih lama. 

Salah satu produsen pelumas yang mengembangkan oli jenis ini adalah PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI). Mereka melakukan peningkatan spesifikasi pelumas full synthetic untuk motor matik, yaitu Federal Racing Matic, yang kini hadir dengan standar API SN. 

Rommy Averdy Saat, Market Development General Manager PT EMLI menjelaskan standar API SN merupakan peningkatan dari API SL memiliki keunggulan signifikan dengan kualitas tertinggi dalam perlindungan terhadap keausan, perlindungan dari sludge dan endapan, menjaga kebersihan mesin lebih optimal.

Standar pelumas ini memberikan perlindungan lebih baik dari oksidasi, melindungi katalisator pada mesin modern dengan kadar fosfor (P) yang lebih rendah dan volatilitas yang dikendalikan secara ketat untuk mengurangi kehilangan oli. 

"Teknologi full synthetic memberikan kestabilan molekul yang lebih baik, daya tahan terhadap suhu ekstrem, dan performa mesin yang maksimal dibandingkan pelumas berbasis mineral," ujarnya, dalam keterangan pers dilansir Kamis (23/10/2025).

Dia menuturkan kebutuhan konsumen di Indonesia semakin mengutamakan performa dan kualitas pelumas terbaik untuk motor matic mereka. "Dengan standar API SN dan teknologi full synthetic, pelumas yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memberikan keamanan bagi pengendara,” katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut