Jangan Sepelekan Filter AC, Ini Dampaknya jika Telat Diganti
JAKARTA, iNews.id – Penyaringan partikel menjadi langkah penting dalam menjaga performa sistem pendingin udara alias AC pada kendaraan. Filter AC berperan menekan risiko penumpukan kotoran pada unit pendingin di dalam dasbor, sekaligus menjaga kualitas udara yang dihirup penumpang tetap bersih.
Seiring meningkatnya polusi udara, terutama saat musim kemarau, pemilik kendaraan disarankan melakukan pengecekan filter AC secara rutin. Interval ideal berada di kisaran 5.000 hingga 10.000 kilometer atau lebih cepat jika kendaraan sering digunakan di area berdebu seperti proyek atau jalan tanah.
Gejala filter AC yang mulai jenuh dapat dikenali dari beberapa tanda. Di antaranya hembusan angin AC melemah meski kipas dalam posisi maksimal, muncul aroma debu saat AC pertama kali dinyalakan, hingga kaca mobil yang mudah berembun saat hujan akibat sirkulasi udara tidak optimal.
“Perawatan AC merupakan langkah preventif, bukan sekadar menunggu gangguan muncul. Melalui penggantian filter AC secara tepat waktu, pelanggan dapat memastikan kenyamanan sirkulasi udara optimal sekaligus menghindari potensi perbaikan lebih besar di kemudian hari,” kata Asst to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Hariadi dalam keterangan persnya, Kamis (30/4/2026).
Dia mengingatkan mengabaikan kondisi filter AC yang kotor dapat menimbulkan dampak berantai yang merugikan. Salah satunya adalah kerusakan pada evaporator. Debu yang lolos dari filter akan menempel pada bagian tersebut dan berubah menjadi lumpur karena kondisi lembap, sehingga memicu korosi hingga kebocoran.