Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perang AS-Israel vs Iran Ganggu Distribusi Global, Pasokan Pelumas ke RI Tertahan?
Advertisement . Scroll to see content

Mencampur Oli dengan Minyak Goreng Amankah? Perhatikan Ini

Jumat, 13 April 2018 - 06:39:00 WIB
Mencampur Oli dengan Minyak Goreng Amankah? Perhatikan Ini
Campur minyak goreng, ingat fungsi oli tidak hanya melumasi tapi juga menyerap panas, pencegah karat, sebagai sealer dan membersihkan mesin. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ramainya tips mencampurkan minyak goreng pada oli mesin untuk pelumasan bikin banyak orang bertanya-tanya. Apakah cara semacam itu bagus untuk mesin kendaraan atau sebaliknya?

Kalau dilihat secara langsung, minyak goreng memang secara bentuk mirip dengan cairan pelumas pada umumnya. Namun, kandungannya jauh berbeda.

Vice President Director MPM Lubricants, Adrian Baskoro mengatakan kalau komponen minyak goreng berbeda dengan kimia karbon pada pelumas mesin dan bahan bakar minyak.

"Fungsi pelumas pada dasarnya bukan sebatas melumasi atau mengurangi gesekan. Di dalamnya ada fungsi lain, seperti menyerap panas, pencegah karat, sebagai sealer dan membersihkan mesin," kata Adrian di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (13/4/2018).

Fungsi-fungsi tersebut, kata dia, merupakan tuntutan terhadap suatu pelumas. Itulah sebabnya kinerja pelumas dibantu oleh cairan additive yang di-blending menjadi suatu kesatuan dengan base oil.

"Base oil sendiri adalah sebagai media carrier (pembawa) chemical additive tersebut, yang jenisnya terbagi menjadi mineral base, semi-synthetic base, dan full synthetic base," jelasnya.

Adrian menuturkan, full synthetic base pada umumnya berasal dari proses rekayasa kimia minyak nabati, tetapi beberapa komponen yang dapat berakibat buruk dan berbahaya bagi mesin sudah dihilangkan.

Salah satunya, lanjut dia, adalah gliserol. Untuk diketahui, gliserol adalah cairan kental tidak berwarna dan tidak berbau, rasanya manis dapat bercampur dengan air dan alkohol yang diperoleh dari lemak hewani atau nabati.

"Pencampuran (oli mesin dan minyak goreng) tersebut sangat berbahaya karena kita tidak dapat mengendalikan dan tidak tahu berapa kandungan gliserol dalam minyak goreng tersebut," katanya.

Menurutnya, ada beberapa komponen berpotensi bahaya yang harus dihilangkan saat proses rekayasa kimia untuk membuat synthetic base oil. Selain gliserol, ada pula aromatic chain. "Komponen-komponen tersebut akan ada juga di dalam minyak goreng," imbuhnya.

"Kesimpulannya, jika dalam keadaan terdesak boleh-boleh saja mencampur oli dengan minyak goreng. Tetapi patut diwaspai juga dampak yang ditimbulkan pada mesin kendaraan di kemudian hari," pungkas Adrian.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut