Motor Pakai Oli Mobil, Ini yang Akan Terjadi

Riyandy Aristyo · Kamis, 16 Agustus 2018 - 07:01 WIB
Motor Pakai Oli Mobil, Ini yang Akan Terjadi

Penggunaan oli mobil pada motor justru akan menimbulkan efek sangat merugikan, bahkan menyebabkan kerusakan. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

MARUNDA, iNews.id - Oli atau pelumas memiliki fungsi vital baik pada motor maupun mobil. Anda tidak hanya harus memperhatikan waktu pergantian, tapi juga jenis oli yang digunakan.

Bila melihat kondisi di masyarakat, tidak sedikit orang salah paham mengenai penggunaan pelumas. Ada sisa oli mobil di rumah, mereka gunakan untuk motor. Atau mereka sengaja membeli pelumas mobil yang mahal dan bermerek untuk motor kesayangannya.

Tepatkah kebiasaan ini? Shell Lubricants Technical Manager Indonesia, Shofwatuzzaki mengatakan, penggunaan oli mobil untuk pelumas motor salah. "Masih banyak yang menganggap oli untuk mobil bisa dipakai ke motor dan memberikan performa bagus," ujar pria yang akrab disapa Zaki ini saat berbincang dengan iNews.id di kawasan Marunda, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/8/2018).

Dia menjelaskan, penggunaan oli mobil pada motor justru akan menimbulkan efek yang sangat merugikan, bahkan menyebabkan kerusakan. "Mesin motor dan mobil memiliki perbedaan pada kopling. Mobil menggunakan kopling kering, kalau motor kopling terendam oli. Kandungannya pun berbeda," kata Zaki.

"Bila menggunakan oli mobil untuk mesin motor, maka kopling motor akan slip. Akibatnya performa motor terganggu, dan muncul berbagai permasalahan pada mesin," ujarnya.

Dia menuturkan, ketika motor melaju pada kecepatan tinggi, tanjakan ataupun beban berat akan menyebabkan gas terlambat karena ada slip di dalam kopling. "Karena itu, sudah seharusnya Anda menggunakan oli khusus motor yang dapat menampung kinerja secara maksimal," kata Zaki.

Lantas, mengapa oli mesin dan motor harus dibedakan? Zaki menjelaskan, ukuran mesin mobil lebih besar jika dibandingkan motor, perbedaannya terlihat dari RPM.

"Jadi, kalau mobil RPM-nya enggak tinggi, karena mesinnya lebih besar. Nah, kalau motor dengan kondisi mesin yang lebih kecil, pasti RPM-nya tinggi dan efeknya putaran mesin motor jadi lebih tinggi," ujarnya.

Selain ukuran mesin, lanjut dia, formulasi zat aditif pada oli motor dan mobil juga berbeda, sebab pada dasarnya oli mesin diciptakan sesuai dengan masing-masing fungsi dan kinerja kendaraan.

"Jadi, cara memilih oli yang bagus untuk mobil atau motor harus menyesuaikan karakter, serta kebutuhan kendaraan dengan spek dan jenis oli yang digunakan," kata Zaki.

Editor : Dani Dahwilani