Musim Hujan, Ini Harus Diperhatikan Pengemudi Truk dan Bus agar Tidak Mengalami Aquaplaning
JAKARTA, iNews.id - Memasuki musim hujan, penting memperhatikan keselamatan berkendara agar terhindar dari aquaplaning atau hydroplaning terutama bagi kendaraan niaga seperti truk dan bus. Aquaplaning adalah ban kendaraan kehilangan traksi atau penapakan pada permukaan jalan saat melewati genangan air.
Fenomena ini dapat menyebabkan kendaraan kehilangan kendali atau tergelicir hingga terjadi kecelalaan fatal. Apa yang harus diperhatikan agar terhindar dari aquaplaning?
"Dalam menghadapi jalanan licin, diperlukan keterampilan khusus untuk menghindari aquaplaning, terutama ketika truk membawa muatan penuh. Sebab itu, kami mengimbau pengemudi kendaraan niaga agar lebih memperhatikan beberapa komponen penting sebelum berkendara dan menerapkan teknik berkendara yang aman," ujar National Sales Manager Truck and Bus Radial (TBR) PT Hankook Tire Sales Indonesia, Ahmad Juweni dalam keterangan persnya dilansir Kamis (25/1/2024).
Dia pun membagikan tips bagaimana mengantisipasi aquaplaning selama musim hujan, sebagai berikut.
Pertama, pastikan tekanan udara di setiap ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Tekanan udara yang kurang atau berlebih dapat memengaruhi kinerja ban dan meningkatkan risiko aquaplaning.
Kedua, pengendara perlu memeriksa kedalaman tapak pada setiap ban karena tapak yang aus dapat mengurangi traksi dan meningkatkan risiko kehilangan kendali, terutama saat melintasi jalanan basah.
"Caranya, adalah dengan melihat Tread Wear Indicator (TWI) yang dapat ditemukan pada dinding ban. Jika tanda segitiga TWI sudah menyentuh tapak ban, maka ban harus segera diganti," kata Ahmad Juweni.
Ketiga, kurangi kecepatan saat berkendara di jalan basah. Semakin tinggi kecepatan, semakin besar gaya angkat yang terjadi pada ban sehingga semakin mudah ban tergelincir di atas air.
Ketika hujan, disarankan pengendara untuk mengurangi kecepatan setidaknya 10 km/jam dari kondisi normal. Perlu diketahui, kecepatan yang lebih rendah memberikan lebih banyak waktu bagi ban mengalami kontak dengan permukaan jalan, meningkatkan traksi, dan mengurangi risiko hilang kendali.
Keempat, ketika berkendara dalam kondisi hujan melintasi genangan air yang terlalu dalam dan jalur dengan air yang mengalir deras. Hal ini dapat meningkatkan risiko aquaplaning. Sebaiknya, pilih jalur di tengah jalan yang biasanya memiliki kedalaman air lebih rendah, sehingga traksi ban dapat tetap optimal.
Bagaimana bila pengendara mengalami aquaplaning?
Apabila pengendara mengalami aquaplaning, hal terpenting adalah tetap tenang agar kendaraan tidak kehilangan kendali. Cobalah menahan setir tetap lurus dan hindari menginjak pedal rem. Ikuti arah tanpa melawan, dan perlahan koreksi traksi.
Jangam rem mendadak, sebab bisa menyebabkan selip dan kendaraan melintir. Perhatikan faktor seperti tekanan udara ban, keausan, dan kondisi suspensi untuk mencegah aquaplaning lebih parah. Jika memungkinkan, arahkan kendaraan ke tepi jalan untuk mengurangi risiko tabrakan.
Editor: Dani M Dahwilani