Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ban Mobil Botak Sebelah, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya
Advertisement . Scroll to see content

Penyebab Ban Cepat Kempis saat Mobil Diparkir Lama, Begini Cara Mencegahnya

Kamis, 05 Agustus 2021 - 07:05:00 WIB
Penyebab Ban Cepat Kempis saat Mobil Diparkir Lama, Begini Cara Mencegahnya
Ban memiliki pori-pori dan suhu udara berbeda membuat ban kendaraan yang diparkir lama cepat kempis. (Foto: Dok/Auto2000)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Ban adalah bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan jalan. Sebab itu, tekanan angin pada ban wajib dijaga sesuai dengan rekomendasi pabrikan agar tidak bermasalah.  

Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bagi sebagian orang mobil cenderung jarang digunakan. Mobil yang lama diparkir biasanya cepat kempis. 

Apa penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya agar ban tidak kempis? “Ban kempis merupakan masalah yang tidak ingin dialami pengguna kendaraan mengingat kerepotan waktu menggantinya. Apalagi kalau terjadi di tengah jalan. Untuk menghindari ban kempis sebaiknya rawat ban secara rutin," ujar Aftersales Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara. 

Dia pun memaparkan penyebab ban kempis saat diparkir lama dan cara mencegahnya sebagai berikut:
 
1. Ban Memiliki Pori-Pori 

Bahan dasar utama ban mobil adalah karet alami yang memiliki pori-pori sangat halus dan tidak kelihatan mata. Udara di area bertekanan tinggi akan selalu mengalir ke area yang tekanannya lebih rendah sehingga membuat udara di dalam ban dapat keluar lewat pori-pori ban yang sangat kecil tersebut. Apalagi jika mobil berdiam di satu posisi dalam jangka waktu lama, seperti saat parkir di rumah di masa PPKM. 

2. Suhu Lebih Dingin 

Hukum fisika menyatakan di dalam ruang tertutup dan volume dijaga tetap, maka tekanan gas sebanding dengan suhu gas. Di dalam ban mobil, ketika suhu dingin maka akan menyebabkan tekanan udara ban ikut turun dan kempis.  

Suhu dingin juga bisa membuat material karet mengalami pengerutan. Di mana terbentuk ruang kosong antara ban dengan pelek yang menyebabkan udara di dalam ban keluar dengan sendiri. 

3. Pentil Ban Rusak 

Pentil ban memiliki fungsi sebagai penghubung antara alat pengisi udara dengan ban. Masalahnya, jarum pentil bisa mengalami kerusakan yang membuat udara dapat melewatinya. Pentil juga menempel pada pelek mobil sehingga karet pentil yang bersinggungan dengan pelek bisa robek dan membuat ban bocor. Apalagi jika ternyata lubang pelek sebagai dudukan pentil juga bermasalah seperti membentuk sudut tajam atau rusak karena berkarat. 

4. Ban Mobil Bocor Halus 

Ada kemungkinan ban mobil bocor halus sehingga udara keluar meskipun sangat lambat. Seperti pada ban tubeless yang terlihat tidak bocor namun ternyata mengeluarkan angin karena ada benda asing menusuk telapak ban. Atau lepasnya tambalan pada ban dalam mobil pada ban non-tubeless sehingga membuat udara bisa menyelinap keluar. 

5. Pelek Mobil Rusak 

Agar ban tidak robek dari rim pelek pada saat bekerja, bagian samping ban dikelilingi kawat baja yang disebut bead dan tertahan pada pelek saat diisi udara. Pelek mobil yang rusak pada dudukan ban tersebut membuat ban tidak mampu menempel rapat dengan pelek sehingga udara keluar.  

Penyebab pelek rusak, antara lain karena mobil sering menghantam lubang di jalan dengan kecepatan tinggi. Kemudian pelek berkarat dan menimbulkan lubang, terutama pada pelek besi atau non alloy. 

Cara Mencegah Ban Kempis 

Melihat pentingnya tugas ban dan risiko kempis sendiri, pemilik mobil disarankan untuk mengecek tekanan angin ban setidaknya seminggu sekali. Tidak ada salahnya menyimpan alat pengukur tekanan udara ban sekaligus kompresor portabel untuk mengisinya dan memastikan udara ban sesuai rekomendasi pabrikan. Di waktu bersamaan, sempatkan pula untuk mengecek kondisi fisik ban, pentil, dan pelek dari potensi kebocoran atau masalah lainnya. 

Saat servis berkala, ban memperoleh pemeriksaan rutin oleh mekanik. Diskusikan dengan mereka jika merasa tekanan angin ban terlalu cepat berkurang sehingga dapat dicari sumber masalahnya. 

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut