Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jutaan Warga Depresi akibat Perang Gaza, Israel Kekurangan Terapis dan Psikolog
Advertisement . Scroll to see content

Sirene dan Strobo Ilegal Tut Tut Wok Wok Intimidasi Pengendaran Lain, Begini Kata Psikolog

Senin, 22 September 2025 - 11:46:00 WIB
Sirene dan Strobo Ilegal Tut Tut Wok Wok Intimidasi Pengendaran Lain, Begini Kata Psikolog
Psikolog mengungkapkan perilaku arogan di jalan raya terjadi karena dari alam bawah sadar pengemudi mobil merasa mereka paling besar. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penggunaan sirene dan strobo atau yang dikenal 'tut tut wok wok' ramai diperbincangkan. Bahkan, ada seruan untuk tak memberi jalan bagi pengawalan yang meminta jalan saat kondisi lalu lintas padat.

Keresahan masyarakat terjadi karena banyaknya mobil yang menggunakan sirine dan strobo secara ilegal menyerupai milik pemerintahan. Bahkan, mereka kerap berkendara arogan dengan membunyikan sirine dan menyalakan strobo.

Psikolog Meity Arianty mengungkapkan perilaku tersebut terjadi karena dari alam bawah sadar pengemudi mobil SUV merasa mereka paling besar. Hal ini yang memicu mereka kerap bersikap arogan dan mengintimidasi kendaraan yang lebih kecil

"Mereka merasa jalan milik mereka. Cara mereka kadang kurang etis dalam meminta jalan ke pengendara lain. Bahkan, seringkali meminta pengguna jalan lain menyingkir dengan cara kasar," kata Meity saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

Akademisi Universitas Gunadarma itu juga menyayangkan tak ada penindakan tegas dari aparat penegak hukum kepada pengemudi SUV yang arogan. Terutama mereka yang menggunakan nomor pelat khusus dan memakai lampu strobo.

"Bisa jadi, sebab secara psikologis pengendara itu merasa memiliki kedudukan atau power, baik yang menggunakan mobil mewah, pelat instansi angkatan, pelat merah, atau yang sedang konvoi atau beriringan," ucapnya.

Untuk itu, Meity memperingatkan untuk tetap menjaga emosi dan mengendalikan diri selama berkendara. Sebab, berkendara secara arogan dengan membunyikan sirene dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih tidak dibekali pengetahuan mengemudi yang baik.

"Pengendara yang egois, arogan, pemarah, kurang sabar, dan tidak dapat mengontrol diri saat di jalan menandakan tergerusnya degradasi moral. Padahal dengan mengemudi seperti itu, dia bukan hanya mengancam jiwa sendiri, namun pengendara lain yang ada di jalan raya," ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut