4 Bahaya Meninggalkan Anak Sendirian dalam Mobil, Bisa Kehabisan Napas hingga Keracunan Gas
JAKARTA, iNews.id - Jangan sekali-kali meninggalkan anak dalam mobil sendirian dengan alasan keluar sebentar. Banyak kasus anak pingsan hingga meninggal karena ditinggalkan orangtua dalam kondisi mobil terkunci rapat.
Meskipun sekilas terlihat tidak ada masalah, jangan pernah meninggalkan anak tanpa pengawasan orang dewasa di dalam mobil. Beberapa hal buruk dapat terjadi, bahkan berujung pada peristiwa tragis.
Dalan keterangan tertulisnya Auto2000 mengungkapkan empat hal bahaya yang bisa terjadi bila anak ditinggalkan sendirian di dalam mobil.
1. Dehidrasi dan Kesulitan Bernapas
Alasan keamanan, orang tua akan meninggalkan buah hatinya di dalam mobil dengan kaca tertutup dan pintu terkunci. Kondisi ini sangat berbahaya kalau dilakukan saat cuaca panas karena anak akan kepanasan dan dehidrasi. Anda seperti memasukkan anak dalam open.
Berada di ruang tertutup, anak juga bisa mengalami kesulitan napas. Ini semakin sulit jika anak gelisah karena ditinggal sendirian.
2. Keracunan Gas Buang
Orang tua akan menyalakan pendingin ruang atau AC agar kabin mobil tetap sejuk. Masalah baru adalah, anak bisa keracunan gas buang kendaraan Carbon Monoksida (CO) yang tidak terlihat oleh mata dan tidak meninggalkan bau.
Gejala keracunan gas ini sulit disadari, seperti badan lemas, mengantuk, sakit kepala, mual, muntah, sakit pada dada dan seperti berhalusinasi. Hanya berlangsung beberapa menit, korban akan pingsan bahkan bisa berakibat fatal.
3. Main Fitur Mobil
Hal lain yang dikhawatirkan meninggalkan anak di mobil dalam kondisi mesin hidup agar AC menyala adalah hasrat mereka bermain dengan fitur yang ada di dalam mobil.
Sangat berbahaya jika anak bermain dengan power window bisa terjepit. Lebih berbahaya lagi memindahkan tuas transmisi dan menginjak pedal gas mobil bisa melaju tak terkendali.
4. Risiko kejahatan
Buah hati yang ditinggal sendirian di dalam mobil sangat rawan menjadi korban kejahatan. Seperti orang lain yang melihat potensi untuk mengambil barang berharga di dalam mobil. Bahkan mobil itu sendiri yang dicuri. Kalau sudah begini, niat awal hanya ingin praktis dan tidak repot, malah akan menimbulkan masalah baru.
Editor: Dani M Dahwilani