5 Mitos Keliru Cara Hemat BBM yang Dipercaya Banyak Orang, Nomor 2 Matikan AC dan Buka Jendela
JAKARTA, iNews.id - Salah satu perhatian orang dalam berkendara adalah menjaga efisiensi bahan bakar minyak (BBM) di perjalanan. Banyak orang melakukan berbagai cara untuk menghemat bahan bakar.
Banyak mitos yang dipercaya masyarakat bisa menghemat BBM. Namun, beberapa di antaranya justru salah kaprah.
Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (6/10/2021), berikut lima mitos cara menghemat BBM yang salah kaprah.
1. Menggoyang mobil saat isi bensin
Sampai saat ini masih banyak orang yang percaya menggoyangkan mobil pada saat isi bensin akan memberikan ruang kapasitas tambahan untuk mobil agar BBM dapat tersimpan sepenuhnya dalam tangki bensin. Belum lagi melihat orang mengisikan bahan bakar sampai luber.
Faktanya, ini tidak ada gunanya dan hanya mitos. Sebab pabrikan sudah membuat tangki bahan bakar dengan volume dan kapasitas yang mencukupi untuk jarak tempuh yang sesuai dengan kendaraan. Jadi menggoyangkan mobil tidaki ada gunanya.
2. Matikan AC dam buka kaca mobil saat ngebut
Mematikan AC (air conditioner) dan membuka kaca dipercaya akan menghemat BBM saat kendaraan ngebut. Sebalinnya, justru menimbulkan dampak berbahaya. Membuka kaca justru akan menganggu aerodinamika mobil. Selain itu, pengaruh kompressor AC tidak terlalu signifikan terhadap konsumsi BBM.
3. Pakai BBM berbeda supaya irit
Banyak orang beranggapan bensin pertamax membuat mobil lebih irit ketimbang pertalite. Bahkan, ada yang mencampurnya. Padahal itu tidak sepenuhnya benar.
Faktor utama yang menentukan irit bahan bakar adalah cara berkendara si pengemudi. Jika menerapkan eco driving mobil dipastikan irit.
Untuk model mobil sekarang ada indikator eco driving sehingga pengemudi bisa melihatnya apakah gaya berkendara irit atau tidak. Untuk mobil lawas Anda bisa menginjak pedal gas secara halus dengan mengurutnya, tidak secara kasar (stop and go) sehingga konsumsi BBM lebih hemat.
4. Memanaskan mobil sebelum digunakan
Ini tepat dan benar bila diterapkan pada mobil tua. Sebab, mobil lawas membutuhkan waktu sirkulasi lebih lama untuk menyatukan oli dan bahan bakar menjadi sempurna.
Sementara untuk mobil baru, memanaskan mobil sebelum digunakan beraktivitas sudah bukan zamannya lagi. Mesin sekarang sudah dibekali teknologi canggih dan kerapatan celah mesin lebih baik membuat mesin mobil selalu siap digunakan kapan saja.
5. Menggunakan cairan kimia yang mengandung zat aditif
Masih banyak dijual di pasaran bahan kimia dan zat adiktif yang berfungsi membuat mobil lebih hemat BBM. Namun hal itu tidak tepat dan hanya mitos belaka. Perlu Anda ketahui memakai zat aditif justru akan mengikis lapisan dalam tangki bahan bakar secara perlahan. Ini disebabkan karena kandungan aseton yang tinggi tidak baik untuk tangki bensin Anda dalam jangka panjang.
Editor: Dani M Dahwilani