Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Livin’ by Mandiri Hadirkan Fitur QR Antarnegara di Korea Selatan
Advertisement . Scroll to see content

7 Merek Mobil Bermasalah, 549.931 Unit Kendaraan di Korea Selatan Kena Recall

Selasa, 26 Mei 2020 - 17:24:00 WIB
7 Merek Mobil Bermasalah, 549.931 Unit Kendaraan di Korea Selatan Kena Recall
Sebanyak 549.931 unit kendaraan dari tujuh produsen mobil di Korea Selatan ditarik kembali karena terdapat komponen yang rusak. (Foto: Wsj)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Penarikan kembali (recall) besar-besaran kembali terjadi. Kali ini, sebanyak 549.931 unit kendaraan dari tujuh produsen mobil di Korea Selatan ditarik kembali karena terdapat komponen yang rusak.

Dilansir dari Yonhap, Selasa (26/5/2020), Kementerian Transportasi Korea Selatan mengatakan, tujuh produsen mobil yang terkena recall, antara lain Hyundai Motor, Kia Motors Corp, BMW, Mercedes-Benz Korea, Audi-Volkswagen Korea, Fiat Chrysler Automobiles NV (FCA), dan Bike Korea.

"Ini merupakan kasus terbaru pembuat mobil dan importir yang beroperasi di Korea Selatan terkena masalah komponen kendaraan yang mereka jual di sini," kata Kementerian Transportasi Korea Selatan.

Penarikan tersebut terjadi lantaran adanya kerusakan pada sistem rem anti-kunci di kendaraan sport Hyundai Santa Fe, pendingin resirkulasi gas buang yang rapuh di sedan BMW 520d, panel kaca sunroof yang rusak di sedan Mercedes-Benz E280, serta wiper kaca depan yang tidak berfungsi di FCA Jeep Compass.

Kementerian sudah menjamin bagi pemilik yang merasa mobilnya terkena recall dapat mengunjungi pusat perbaikan dan servis yang ditunjuk untuk mengganti suku cadang secara gratis.

Kendati demikian, perusahaan otomotif tersebut sudah memulai perbaikan pada kendaraan yang terdampak sejak Jumat, pekan lalu.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut