Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mobil China Diizinkan Masuk Bangun Pabrik di Amerika, GM, Ford dan Stellantis Menolak
Advertisement . Scroll to see content

Alasan GM, Ford dan Stellantis Tolak Mobil China Masuk Amerika

Jumat, 18 September 2026 - 10:23:00 WIB
Alasan GM, Ford dan Stellantis Tolak Mobil China Masuk Amerika
General Motors (GM), Ford, dan Stellantis menolak gagasan Presiden Donald Trump membuka peluang bagi produsen mobil China membangun pabrik di AS. (Foto: GM)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - General Motors (GM), Ford, dan Stellantis menolak gagasan Presiden Donald Trump membuka peluang bagi produsen mobil China membangun pabrik di Amerika Serikat (AS). Ketiga produsen otomotif besar Detroit tersebut khawatir persaingan dengan perusahaan China tidak berlangsung dalam kondisi setara.

Penolakan itu disampaikan melalui American Automotive Policy Council (AAPC), kelompok lobi yang mewakili tiga produsen otomotif besar Detroit di Washington. Mereka menilai produsen mobil China memiliki sejumlah keuntungan yang tidak dimiliki perusahaan otomotif Amerika.

Presiden AAPC Matt Blunt mengatakan produsen mobil China memperoleh keuntungan dari subsidi negara, manipulasi mata uang, serta berbagai keuntungan non-pasar lainnya.

Menurut Blunt, masuknya produsen China ke AS tanpa mengatasi keuntungan tersebut berpotensi merugikan produsen mobil domestik, pekerja, dan konsumen Amerika.

Sebelumnya, Trump menyatakan terbuka terhadap produsen mobil China yang ingin membangun pabrik di AS. Syaratnya, perusahaan tersebut harus memproduksi kendaraan di Amerika dan mempekerjakan pekerja AS.

"Jika China ingin datang dan membuka pabrik untuk membangun mobil mereka di sini, saya akan setuju," kata Trump.

Trump membandingkan rencana tersebut dengan produsen mobil Jepang yang telah membangun fasilitas produksi di Amerika Serikat. Namun, AAPC menilai perbandingan tersebut tidak sepenuhnya memperhitungkan perbedaan kondisi persaingan dengan produsen mobil China.

Kekhawatiran Detroit juga muncul di tengah meningkatnya penetrasi merek mobil China di pasar global. Merek-merek China dilaporkan telah menguasai sekitar 20 persen pasar mobil baru di Meksiko.

Sementara itu, perusahaan konsultan AlixPartners memperkirakan merek otomotif China dapat menguasai sekitar 30 persen pasar global pada 2030.

CEO Ford Jim Farley sebelumnya juga menyoroti perkembangan kendaraan listrik China. Dia bahkan menggunakan Xiaomi SU7 selama beberapa bulan untuk mempelajari lebih jauh produk dan teknologi yang dikembangkan produsen asal China tersebut.

Farley menilai Xiaomi SU7 memiliki kualitas tinggi dan pengalaman digital yang sangat baik.

Kondisi tersebut membuat persaingan dengan produsen China tidak hanya dipandang dari lokasi produksi kendaraan. Bagi tiga produsen besar Detroit, persoalannya juga berkaitan dengan struktur biaya, dukungan pemerintah, serta keuntungan strategis yang dimiliki perusahaan China.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut