Antisipasi Lonjakan Arus Mudik dan Balik Lebaran, Suzuki Kerahkan 71 Bengkel Siaga di Sejumlah Titik
JAKARTA, iNews.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan sekitar 143,91 juta orang akan melakukan perjalanan pada periode libur Lebaran tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 76,24 juta orang diprediksi menggunakan mobil pribadi, sementara 24,08 juta lainnya menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor.
Menyikapi itu, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyiapkan 71 Bengkel Siaga Suzuki guna mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Fasilitas ini disebar di sejumlah titik strategis jalur mudik nasional agar pemudik tetap mendapatkan layanan servis kendaraan selama perjalanan.
Puncak arus mudik sendiri diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026.
"Tingginya antusias masyarakat terhadap mudik Lebaran harus diiringi dengan kesiapan kendaraan yang menjadi faktor penting dalam menunjang keselamatan, kenyamanan, sekaligus kelancaran perjalanan jarak jauh," ujar Asst to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dia menegaskan Suzuki berkomitmen mendukung perjalanan para pengendara melalui Bengkel Siaga Suzuki 2026. Program tersebut dihadirkan untuk memastikan kendaraan pelanggan tetap dalam kondisi prima selama periode mudik.
“Adanya potensi lonjakan pemudik tahun ini tentu memerlukan langkah antisipatif. Rekomendasi kami, mempersiapkan kendaraan sebelum melakukan perjalanan akan lebih efisien dari segi biaya maupun waktu," katanya.
Dia menuturkan keberadaan Suzuki Bengkel Siaga 2026 yang akan menangani mobil dan sepeda motor milik pelanggan, merupakan solusi untuk menciptakan rasa tenang dan aman, sekaligus mendukung kelancaran perjalanan keluarga ke tempat tujuan.
Suzuki menghadirkan Bengkel Siaga di 71 titik yang tersebar di jalur utama Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan hingga Sulawesi. Layanan tersebut beroperasi selama periode 18–25 Maret 2026 dengan lokasi yang dipilih berdasarkan kepadatan arus kendaraan dan kebutuhan pelanggan.
“Sebanyak 33 outlet beroperasi 24 jam penuh, sementara 28 outlet melayani selama 12 jam (08.00–20.00), dan 10 outlet roda dua buka pukul 08.00–21.00. Skema ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk melakukan pemeriksaan kendaraan, servis ringan, maupun penanganan kendala teknis kapanpun dibutuhkan,” kata Hariadi.
Melalui program ini, pelanggan bisa memanfaatkan layanan general check-up untuk 23 komponen kendaraan sesuai standar Suzuki. Pemeriksaan mencakup sistem pengereman, ban, oli dan cairan, sistem pendingin, aki hingga komponen keselamatan lainnya.
Jika ditemukan masalah pada kendaraan, teknisi akan melakukan perbaikan serta penggantian suku cadang sesuai prosedur resmi Suzuki.
Selain itu, Suzuki juga menyiapkan layanan tambahan berupa Halo Suzuki yang siaga 24 jam serta Towing Car Assistance melalui Suzuki Emergency Road Assistance (SERA). Layanan ini dapat membantu pelanggan yang mengalami kendala di perjalanan.
"Pelanggan juga dapat memantau informasi bengkel melalui aplikasi MySuzuki pada menu Suzuki Bengkel Siaga 2026. Informasi terkait lokasi outlet, hingga kondisi bengkel juga disampaikan melalui Instagram," katanya.
Suzuki juga menyediakan sejumlah fasilitas pendukung bagi pelanggan yang melakukan servis di Bengkel Siaga. Di antaranya mushola, ruang istirahat yang bersih, serta snack corner gratis selama menunggu proses perawatan kendaraan.
“Antusiasme pelanggan terhadap program Bengkel Siaga juga tercermin dari capaian tahun sebelumnya, dengan total lebih dari 4.000 service intake untuk mobil dan sepeda motor selama periode tersebut. Tahun ini, angka tersebut kami proyeksikan meningkat seiring penguatan jaringan serta meningkatnya kesadaran pelanggan terhadap pentingnya perawatan preventif sebelum perjalanan jauh,” ujar Hariadi.
Dia mengajak seluruh pelanggan memastikan kendaraannya dalam kondisi optimal sebelum berangkat mudik. Ini agar detail lokasi dan jadwal operasional bengkel didapatkan secara lebih mudah dan jelas.
Editor: Dani M Dahwilani